• Home
  • Infomina
  • Teknologi Artemia INVE Terbaru dan Optimalisasi Penetasan Artemia

Teknologi Artemia INVE Terbaru dan Optimalisasi Penetasan Artemia

| Tue, 16 Jun 2020 - 16:06

Produk yang diluncurkan ini sudah dipatenkan oleh INVE untuk membantu para pembenih udang dan ikan

Di tengah pandemi covid-19 ini, tidak menghalangi upaya diskusi bersama membahas perkembangan terbaru bidang akuakultur yang dilakukan secara daring (online). Salah satunya digagas Minapoli yang merupakan platform jaringan informasi dan bisnis perikanan terintegrasi untuk menghadirkan seminar eksklusif online bekerjasama dengan salah satu perusahaan global di bidang akuakultur, INVE Aquaculture (INVE) pada Selasa (28/4). Yakni melalui kegiatan Bincang Mina, yang dilakukan melalui aplikasi online semua terhubung, berdiskusi dan berbagi pengetahuan. 

Chief Executive Officer Minapoli Rully Setya Purnama mengatakan Bincang Mina adalah sebuah forum yang diinisiasi Minapoli untuk bertemu, berbagi dan berdiskusi bersama dengan para pelaku usaha akuakultur baik secara online maupun offline. Rully turut mengucapkan terimakasih kepada para peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara seminar online tersebut. 

“Kami menerima antusiasme yang luar biasa dengan jumlah lebih dari 80 peserta yang ikut partisipasi berasal dari berbagai penjuru tanah air. Atas nama Minapoli saya ucapkan terimakasih sudah berpartisipasi, narasumber serta peserta Bincang Mina,” ucap Rully. 

Dalam seminar itu pula dihadirkan dua pembicara dari tim ahli INVE yang membahas topik ‘Teknologi dan Prosedur Optimalisasi Penetasan Artemia’. 

Dua teknologi terbaru dibidang artemia dari INVE 

Lebih lanjut International Sales Manager INVE Aquaculture, Mario Hoffmann mengatakan INVE Aquaculture sudah lebih dari 35 tahun berdiri di industri perikanan fokus di bidang akuakultur. Saat ini sudah ada lebih dari 1500 customer yang telah berpartner dengan INVE. “Kami pun hadir di semua pasar akuakultur, dekat dengan pelanggan adalah kuncinya. Serta menyediakan solusi akuakultur untuk semua pelanggan,” tuturnya. 

Produk – produk INVE dihadirkan menjadi solusi untuk mendukung semua tahapan di bidang akuakultur. Seperti di tahap broodstock; INVE menghadirkan program breeding; produk genetik untuk udang maupun ikan (nila dan salmon); dan layanan teknis. 

Begitu juga produk dan solusi yang ditawarkan INVE di tahap hatchery; baik untuk pembenihan udang maupun ikan. “Kami juga support nutrisi melalui pakan, probiotik dan ada pengembangan baru yaitu vaksin untuk ikan. Sementara di tahap pembesaran kami hadirkan produk-produk kesehatan dan desinfektan. Makanya kami katakan INVE selalu hadir sebagai mitra para pelaku pembudidaya di setiap tahap produksinya,” jelas Mario.

Tidak berhenti di situ. INVE juga dikenal sebagai pemain terbesar Artemia di dunia. Sales Manager and Country Coordinator INVE Aquaculture Indonesia, Wawan Siswanto mengatakan secara khusus INVE ingin memperkenalkan produk improvement teknologi dalam bidang Artemia. Produk yang diluncurkan ini sudah dipatenkan oleh INVE untuk membantu para pembenih ikan dan udang. Harapan pastinya akan memu¬dahkan pembudidaya dalam mengoptimalkan hasil produksi. 

Teknologi ini, diantaranya adalah melalui D-Fense yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. INVE artemia D-Fense menggunakan formula khusus yang dapat menekan pertumbuhan Vibrio. “Karena Artemia diambil dari alam, tidak luput dari kandungan bakteri Vibrio. Teknologi ini mampu menekan pertumbuhan bakteri selama proses penetasan,” ucap Wawan. 

“Tidak hanya itu, penggunaan D-Fense menghasilkan peningkatan level biosekuriti di tempat penetasan. Naupli Artemia yang dihasilkan kualitasnya lebih tinggi dan lebih sedikit terjadi masalah selama penetasan,” papar Wawan. 

Selain itu, INVE juga menghadirkan teknologi SEP-Art. Teknologi ini berupa pelapisan cyst artemia yang berukuran mikron dengan bahan Fe. Lewat teknologi ini naupli yang menetas akan menempel dalam magnet. “Teknologi SEP-Art menghasilkan pemisahan antara naupli artemia dengan cangkang hampir 100 %, dan sudah terbukti 12 % hasilnya lebih tinggi dibandingkan artemia konvensional,” ucap Wawan. 

Dengan artemia SEP-Art dan panen menggunakan alat separator, secara bersamaan menggabungkan produksi dan pemisahan naupli lebih optimal. Penggabungan teknologi SEP-Art dan D-Fense dalam artemia produksi Inve memberikan benefit produksi naupli artemia yang lebih optimal, pemisahan cyst lebih sempurna dan minimalisasi kontaminasi bakteri.

 

Artikel Asli: Trobos Aqua

Baca juga artikel tentang teknologi budidaya lainnya:

Budidaya Udang dan Ikan di Perkotaan dengan Teknologi IoT

Algae Detection System Aims to Help Aquaculture Bloom

Egg Sorting Technology Helps Pick Fish-Growth Winners


Artikel lainnya

Lowongan Kerja 

Lowongan Kerja Perikanan di PT Nanobubble Karya Indonesia

Minapoli
  • verified icon

191 hari lalu

  • verified icon466
Terkini 

Ini Langkah Bangun Ekosistem Inovasi Kelautan Kondusif

Minapoli
  • verified icon

242 hari lalu

  • verified icon358
Terkini 

Ekspor Perikanan Jateng Mencapai Rp2,4 Triliun

Minapoli
  • verified icon

509 hari lalu

  • verified icon406