Infomina

Media interaktif yang selalu memberikan berita dan informasi terkini dari industri perikanan. Anda juga dapat berbagi mengenai informasi perikanan yang Anda miliki disini.

Resep Ikan yang Cocok untuk Berpuasa
Fish2Eat

Resep Ikan yang Cocok untuk Berpuasa

Bulan puasa tentu merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di Indonesia. Pada bulan ini kita diharuskan untuk menahan lapar selama kurang lebih 12 jam, namun di waktu bersamaan tetap harus beraktivitas seperti biasa.Oleh karena itu tentunya selama bulan puasa perlu memilih makanan yang bergizi dan berprotein tinggi. Hal ini tentu untuk akan menjaga badan Anda agar tetap fit dan berenergi selama berpuasa. Menu ikan dapat Anda jadikan pilihan untuk sahur dan berbuka. Ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan juga cita rasa yang lezat. Selain itu Anda juga memiliki bermacam pilihan jenis ikan dan olahan untuk dinikmati bersama keluarga.Berikut ini merupakan resep masakan berbahan dasar ikan untuk sahur maupun berbuka yang dapat Anda coba.1. Resep Soto Udang MedanKala di musim hujan, lebih enak untuk menikmati makanan yang berkuah-kuah. Oleh karena itu Anda dapat mencoba Resep Soto Udang Medan yang dijamin bikin perut hangat dan kenyang. Jangan lupa udang juga mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh kita. Yuk simak resepnya.Klik disini untuk resep selengkapnya 2. Resep Bandeng Kuah Kemangi Anda wajib coba Resep Bandeng Kuah Kemangi. Yang spesial pada menu ini adalah menggunakan daun kemangi segar sebagai campuran bahan. Sehingga memberikan aroma wangi yang melezatkan serta mampu menghilangkan bau amis ikan bandeng.Klik disini untuk resep selengkapnya3. Resep Tongkol Tempe BungkilJika Anda ingin mencoba varian lain masakan ikan tongkol, maka dapat mencoba memadukannya dengan tempe bungkil. Klik disini untuk resep selengkapnya 4. Resep Gulai Ikan BelimbingSelama liburan jangan lupa untuk menikmati santapan yang sehat dan menyegarkan. Anda dapat mencoba menu Gulai Ikan Belimbing yang segar dan pastinya nikmat untuk disantap dengan keluarga. Klik disini untuk resep selengkapnya 5. Resep Cumi Goreng AsemDaging kenyal cumi-cumi pasti sudah familiar di lidah Anda. Kini Anda dapat memakannya di rumah bersama keluarga. Resep Cumi Goreng Asem memberikan sensasi segar yang mudah dibuat. Perpaduan asem jawa dengan saus tiram pada daging cumi-cumi pasti tidak mau Anda lewatkan.Klik disini untuk resep selengkapnyaHalaman Fish2Eat di Minapoli membantu anda menemukan resep olahan ikan favorit yang dapat dibuat di rumah untuk menu santapan sehari-hari. Menu makanan ikan di sini menggunakan bahan utama ikan air tawar maupun ikan air laut yang mudah untuk ditemukan di berbagai tempat berbelanja. Melalui makan masakan berbahan dasar ikan, maka kita semua juga ikut serta dalam gerakan makan ikan nasional. Ayo makan ikan! ...
Artemia Decapsulation: Transitioning from Tradition
Terkini

Artemia Decapsulation: Transitioning from Tradition

Artemia is the most widely used live larval feed in fish and shrimp hatcheries. As prey they have a suitable size, are highly nutritious and stimulate the feeding response of marine fish and shrimp. Besides, Artemia nauplii can be enriched with nutrients to improve their nutritional profile. Before hatching, Artemia are, however, enclosed in a rigid shell (chorion). On the one hand, this means that Artemia cysts can be stored indefinitely and hatched into live nauplii on demand. On the other hand, the chorion of the cyst is non-digestible and must be removed from live nauplii before offering the live prey to larval aquaculture species. Removal is a challenge even to the modern aquaculture sector and current practices can compromise human welfare and raise environmental concerns.Also read: INVE Aquaculture Uncovers Artemia in A Brand New Knowledge HubAcommonly used approach to decapsulate Artemia cysts is a chemical process using hypochlorite. This method frees the embryos to allow them to develop and hatch into free swimming nauplii. However, this process carries many risks, not only for the Artemia but also for the operators and the environment. The chemical oxidation process catalysed by hypochlorite and the heat produced in this exothermic reaction can damage the embryos, requiring a well-managed, closely timed and complex decapsulation protocol to avoid significant losses or minimise reduced hatchability of Artemia embryos. The complexity of decapsulation calls for highly skilled and trained operators, making it a costly process. Moreover, these workers are at risk of exposing themselves to hazardous chemicals and inhaling the toxic gases and fumes produced in the reaction. The waste products, such as adsorbable organic halogen compounds (AOX), are harmful to the environment and difficult to degrade; some are toxic to humans and other organisms through which they can accumulate in the food chain. These concerns regarding the disposal of the by-products make it unsustainable and costly to carry decapsulation at a large-scale.Also read: Green Algae - Substitute Partial Pellet Feed for TilapiaA more sustainable methodIt is therefore essential to switch to more efficient and sustainable methods to produce live Artemia nauplii and promote further growth of the aquaculture industry. Answering to these needs INVE (Benchmark Advanced Nutrition) developed the SEP-Art technology. This technology separates nauplii from their cysts using magnetism. SEP-Art cysts are coated with a nontoxic layer of magnetic material that does not affect the overall hatching characteristics of the cysts. The SEP-Art separation tool uses magnets that solely attract the cysts and empty shells, freeing the Artemia nauplii during the process. Once the cysts attach to the magnets, they can be removed easily from the Artemia nauplii suspension.Also read: The Grain Gain: Could Barley Protein Revolutionise The Aquafeed Sector?This allows the harvest of more and better quality Artemia nauplii in less time. As opposed to the traditional methods, SEP-Art does not compromise the vitality of the nauplii as it does not employ physical force or a chemical reaction. Furthermore, it maximises the recovery of the hatching output and speeds up the harvest and collection of the nauplii, making it more efficient. Compared to decapsulation, SEP-Art tools are intuitive and easy to use, and, hence, accessible to untrained workers. The process does not produce chemical waste, making it more sustainable to the environment even at large scale. Overall, a more efficient approach that enables farmers to increase the quality and survival of the harvested nauplii and support the healthy growth of fish and crustaceans. Source: Aquaculture Acia Pacific ...
DKP Jabar Bina 60 Petani Milenial Budidaya Ikan dan Udang
Terkini

DKP Jabar Bina 60 Petani Milenial Budidaya Ikan dan Udang

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat bersiap mengawali program "Petani Milenial Juara" yang diluncurkan Gubernur Ridwan Kamil di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan membina 60 petani milenial. Sebanyak 60 orang yang lolos budidaya ikan akan mendapatkan sejumlah peluang usaha yang difasilitasi Pemda Provinsi Jabar mulai dari penyediaan lahan, bantuan modal dari Bank BJB serta kepastian pemasaran dari offtaker yang siap membeli hasil panen petani milenial. Kepala DKP Jabar Hermansyah mengatakan, ke-60 petani ikan milenial tersebut berasal dari ratusan pendaftar budi daya ikan milenial dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman dalam budi daya ikan. Baca juga: Investasi Udang Cara Milenial"Kami menyaring mereka mulai dari minat, pendidikan dan juga pengalaman mereka dalam bidang budi daya ikan. Selain itu juga mereka harus menjalani pengecekan dari BI checking. Soalnya ada kaitannya dengan peminjaman modal dari BJB jangan sampai menambah risiko beban finansial calon petani milenial yang bersangkutan," ujar Herman, Jumat (26/3). Herman menjelaskan, dari 60 petani milenial yang terpilih terdiri dari dua kelompok. Pertama, mereka yang mandiri atau yang sudah memiliki lahan sendiri. Yang kedua, kelompok intensif yang tidak memiliki lahan. Masing-masing kelompok mandiri sebanyak 24 orang dan sisanya 36 orang merupakan petani intensif budaya ikan milenial. Dari 60 petani budi daya ikan tersebut masing-masing berbeda komoditas budi dayayaitu lele, nila dan udang sesuai dengan permintaan offtaker.Untuk kelompok petani intensif, kata Herman, DKP telah menyiapkan lahan di empat lokasi yang dekat dengan kantor cabang DKP di kabupaten/kota. Baca juga: Sandiaga Uno: Milenial Harus Punya Banyak Ide KreatifUntuk nila ditempatkan di Ciherang (Cianjur) dan Wanayasa (Purwakarta). Sementara lele di Cijengkol (Subang), serta udang di Cibalong (Garut). "Mereka ditempatkan di lahan milik kami yang tidak terpakai. Mereka akan diberikan masing-masing empat sampai enam bioflok (kolam yang menggunakan terpal) dengan diameter 4 meter," kata Herman. Namun untuk petani udang, perlakuannya berbeda dengan petani nila dan lele dan mereka tidak diberikan fasilitas kolam biofolk, melainkan lahan tambak udang di Cibalong. "Dari 36 petani intensif, lima orang di antaranya petani udang," kata Herman. Menurut Herman, para petani milenial tersebut akan dibina dan diberikan kesempatan mengembangkan usahanya dengan durasi satu tahun.Diharapkan mereka bisa berkembang dan mandiri usai menjalani program tersebut. Baca juga: Tambak Udang Milenial, Solusi Buat Anak Muda yang tidak Mau Berlumpur-Lumpur ke Kolam"Kalau berhasil, mereka pasti memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha mereka di tempat lain, tidak terus-terusan di sini. Kalau terus di sini berarti mereka tidak berkembang, " kata dia. Herman menambahkan, untuk petani mandiri tambahan aset yang mereka peroleh dari pinjaman Bank BJB akan menjadi hal milik mereka, sedangkan untuk petani intensif aset yang mereka bangun akan dikembalikan pada DKP selalu pihak yang meminjamkan lahan. "Kami berharap mereka berhasil karena dalam satu tahun mereka dapat menghasilkan hingga empat kali siklus atau panen seperti lele dalam dua sampai tiga bulan bisa dipanen, nila dan udang tiga kali siklus panen atau tiga siklus," katanya.  Hingga saat ini milenial yang meminati tanaman pangan ada 1.010 orang. Sementara hortikultura 951 orang. Saat ini ada dalam posisi evaluasi akhir atau wawancara sampai tanggal 10 April 2021 nanti. Sumber: Republika ...

AQUATICA ASIA & INDOAQUA 2019

The Most Innovative Aquaculture Exhibition & Conference in Asia Pasific.

Selengkapnya
Lowongan Kerja Perikanan di FishLog
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Perikanan di FishLog

Dibuka lowongan kerja perikanan untuk posisi Maintenance Development Specialist di Fish Log yang berlokasi di Bogor. Perusahaan ini berfokus pada supply chain perikanan. Berikut merupakan deskripsi lowongan kerja perikanan pada perusahaan tersebut:Pendaftaran:  Daftarkan diri Anda ke info@fishlog.co.idMinapoli membantu calon tenaga kerja untuk menemukan lowongan pekerjaan perikanan yang sesuai dengan kriteria melalui artikel lowongan kerja, khususnya pada bidang perikanan dan kelautan. Melalui artikel ini, anda dapat menemukan kriteria yang perusahaan perikanan butuhkan. Loker pada perusahaan perikanan yang dapat anda temukan adalah seperti perusahaan pakan ikan, tambak udang, teknologi perikanan, kolam ikan, dan lain-lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Bebeberapa jenis pekerjaan perikanan yang dapat ditemukan adalah teknisi budidaya, marketing, sales, digital marketing, quality control, research & development, dan lain-lain. ...
Lowongan Kerja Perikanan di Kona Bay
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Perikanan di Kona Bay

Dibuka lowongan kerja perikanan untuk posisi General Manager di Kona Bay. Perusahaan ini berfokus pada penyediaan induk udang yang terbebas dari patogen (Specific Pathogen Free). Berikut merupakan deskripsi lowongan kerja perikanan pada perusahaan tersebut:  Pendaftaran:  Minapoli membantu calon tenaga kerja untuk menemukan lowongan pekerjaan perikanan yang sesuai dengan kriteria melalui artikel lowongan kerja, khususnya pada bidang perikanan dan kelautan. Melalui artikel ini, anda dapat menemukan kriteria yang perusahaan perikanan butuhkan. Loker pada perusahaan perikanan yang dapat anda temukan adalah seperti perusahaan pakan ikan, tambak udang, teknologi perikanan, kolam ikan, dan lain-lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Bebeberapa jenis pekerjaan perikanan yang dapat ditemukan adalah teknisi budidaya, marketing, sales, digital marketing, quality control, research & development, dan lain-lain.   ...
Lowongan Kerja Perikanan Project Officer Rumput Laut
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Perikanan Project Officer Rumput Laut

Dibuka lowongan kerja perikanan untuk posisi Project Officer (Rumput Laut) di Bogor. Berikut merupakan deskripsi lowongan kerja perikanan pada perusahaan tersebut:Durasi Kontrak : 8 bulan (s/d 31 Desember 2021)Persyaratan :- Jujur & dapat diandalkan- Minimal lulusan D3 Perikanan- Menyukai dunia rumput laut dan akuakultur- Memiliki kemampuan berbahasa Inggris lebih diutamakan- Memiliki pengalaman di bidang rumput laut lebih diutamakan- Memiliki laptop/komputer sendiriPendaftaran:  Daftarkan diri Anda ke rully@minapoli.comMinapoli membantu calon tenaga kerja untuk menemukan lowongan pekerjaan perikanan yang sesuai dengan kriteria melalui artikel lowongan kerja, khususnya pada bidang perikanan dan kelautan. Melalui artikel ini, anda dapat menemukan kriteria yang perusahaan perikanan butuhkan. Loker pada perusahaan perikanan yang dapat anda temukan adalah seperti perusahaan pakan ikan, tambak udang, teknologi perikanan, kolam ikan, dan lain-lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Bebeberapa jenis pekerjaan perikanan yang dapat ditemukan adalah teknisi budidaya, marketing, sales, digital marketing, quality control, research & development, dan lain-lain. ...