Infomina

Media interaktif yang selalu memberikan berita dan informasi terkini dari industri akuakultur. Anda juga dapat berkontribusi dengan mengirimkan tulisan Anda kepada tim kami.

Pemberian Kapur di Tambak Udang
Udang

Pemberian Kapur di Tambak Udang

Ada banyak cara untuk meningkatkan produktivitas budidaya, ada banyak perlakuan atau treatment juga yang bisa digunakan. Pemberian kapur merupakan salah satu perlakuan yang umum dilakukan untuk mendukung produktivitas tambak. Kapur berperan langsung pada pertumbuhan udang dan manajemen kualitas air.Jenis kapur yang umum digunakan dalam budidaya udang diantaranya kapur pertanian/kaptan (CaCO3), dolomit (CaMg(CO3)2), kapur api (CaO), dan kapur hidrat (Ca(OH)2).Apa Saja Fungsi Kapur di Tambak Udang?Menaikkan pHDerajat keasaman (pH) berperan pada stabilitas fisiologi dan metabolisme udang. Kisaran pH air yang direkomendasikan untuk budidaya udang adalah 7,8-8,5. Kapur memiliki fungsi utama meningkatkan pH air dan tanah. Kapur bekerja dengan mengikat ion hidrogen (H) sehingga mengurangi derajat keasaman air dan tanah. Kapur dapat diberikan langsung ke air, tanah, atau ditambahkan ke pakan.Baca juga: Cara Menaikkan dan Menurunkan pH Air Secara AlamiMenaikkan AlkalinitasPengapuran juga menjadi solusi alkalinitas tambak yang terlalu rendah. Alkalinitas air tambak udang sebaiknya tidak kurang dari 100 ppm. Alkalinitas berpengaruh pada stabilitas pH air dan kesuburan air.Kenaikan alkalinitas mengontrol pH dan konsentrasi kalsium. Alkalinitas yang cukup dapat mempertahankan fluktuasi antara pH pagi dan sore pada kisaran 0,2-0,5. Fluktuasi pH sebaiknya tidak lebih dari 0,5. Perubahan terlalu besar atau mendadak menyebabkan udang shock dan berhenti makan.Membantu Proses MoltingMemberikan perlakuan berupa kapur akan menyediakan sumber Ca (kalsium) yang dibutuhkan oleh udang pada proses molting. Semakin sering udang mengalami molting, maka menunjukkan pertumbuhan udang semakin cepat. Salah satu hal yang dibutuhkan untuk mendukungnya yaitu dengan mencukupi mineral, terutama kalsium. Kalsium digunakan dalam pembentukan dan pengerasan kulit udang yang baru.Kapur diaplikasikan dengan menebar langsung ke air atau menambahkannya ke pakan. Jika ditambahkan ke pakan, kapur akan memperkaya kandungan pakan sebagai sumber mineral untuk memperlancar proses molting udang. Pengaturan rasio Ca/P dalam pakan turut mendukung kalsium karapas (kulit) dan efisiensi pakan.Baca juga: Mengenal Molting Pada Budidaya UdangMempercepat Proses Penguraian Bahan OrganikFungsi ini terutama ditujukan bagi tanah tambak yang bersifat asam. Tanah yang asam menyebabkan gangguan pada siklus daur hara. Tanah pada tambak udang berpotensi menjadi semakin asam sebagai dampak penimbunan bahan organik dari sisa pakan dan hasil metabolisme udang (feses). Hal tersebut akan menurunkan produktivitas budidaya. Bagi lingkungan sekitarnya berdampak pada degradasi kualitas lingkungan. Penguraian bahan organik menjadi tidak sempurna. Pemberian kapur juga dapat menjadi solusi pada tambak yang memiliki air terlalu pekat. Ditandai dengan kecerahan air yang rendah. Hal tersebut menjadi indikasi blooming algae. Pemberian kapur dapat menaikkan penetrasi cahaya matahari, sehingga kecerahan air meningkat. Kapur akan mengikat fosfat dari air, terutama oleh kalsium. Dampaknya akan membatasi fotosintesis fitoplankton. Dampak berikutnya maka pada pH air naik dan karbon dioksida turun.Kenali Jenis-jenis Kapur yang Bisa DigunakanKapur Dolomit (CaMg(CO3)2)Kapur dolomit merupakan kapur dengan kandungan kalsium dan magnesium tinggi. Kapur jenis ini menjadi salah satu sumber mineral bagi udang vaname. Kalsium dan magnesium berperan dalam mengaktifkan berbagai jenis enzim pencernaan pada udang dan membantu proses molting.Kapur dolomit bisa diaplikasikan dengan menambahkannya ke dalam pakan dengan rasio tertentu. Dolomit berfungsi meningkatkan alkalinitas dan hardness. Dolomit digunakan saat alkalinitas rendah, peningkatan pH air tidak terlalu drastis.Baca juga: Probiotik, Imunostimulan, dan Manajemen Kualitas AirKapur Api (CaO) dan Kapur Hidrat (Ca(OH)2)Penggunaan CaO dan Ca(OH)2 tidak disarankan. Selain harganya lebih mahal, keduanya menyebabkan kenaikan pH yang drastis sehingga dapat menimbulkan efek negatif terhadap udang. Kapur hidrat dapat menaikkan pH dan mengikat CO2 secara efektif. Untuk menaikkan alkalinitas sekaligus menaikkan pH dapat digunakan kapur hidroksida Ca(OH)2, namun harus memperhatikan dosisnya.Kapur Pertanian (CaCO3)Kapur pertanian atau umum juga disebut kaptan memiliki fungsi utama untuk menaikkan pH, hardness, dan alkalinitas. Mengandung kalsium yang dapat mengikat ion H di air sehingga efektif menaikkan pH. Pemberian kaptan dalam jumlah banyak juga akan menaikkan alkalinitas yang berperan pada stabilitas pH air.Berapa Dosis yang Tepat Pemberian Kapur di Tambak?Pemberian kapur harus dengan beberapa pertimbangan kondisi dan tujuan1. Ketahui kondisi terkini tambak. Misalnya ukur terlebih dahulu kisaran pH pagi dan sore, frekuensi molting, atau konsentrasi alkalinitas terkini.2. Profil budidaya. Misalnya dengan mempertimbangkan luas dan kedalaman kolam (untuk mengetahui volume total air) dan juga kepadatan tebar udang.3. Jenis kapur yang digunakan juga disesuaikan dengan tujuan, hanya menaikkan alkalinitas atau untuk menambah ketersediaan kalsium.Hal-hal tersebut akan menentukan dosis yang akan diberikan. Karena pemberian dosis yang tepat diperlukan agar efek yang ditimbulkan juga sesuai dengan tujuannya. Kapur akan lebih cepat bereaksi dengan menebar langsung ke air. Kapur secara perlahan akan larut, mengakibatkan alkalinitas dan hardness akan menurun. Maka pemberian kapur secara rutin juga dibutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi.Sumber: JALA ...
Memajukan Budidaya Perikanan Berbasis Kearifan Lokal
Terkini

Memajukan Budidaya Perikanan Berbasis Kearifan Lokal

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan pembangunan kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal menjadi salah satu dari tiga program terobosan untuk periode 2021-2024. Secara ringkas dapat saya sampaikan bahwa pembangunan kampung-kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk mendorong terciptanya kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di satu daerah melalui kegiatan budidaya perikanan. Program ini akan memicu tumbuhnya pusat ekonomi baru di satu daerah.Penyematan kata "kearifan lokal" tidak sebatas mengacu pada cara budidaya-nya tapi juga komoditas yang dibudidayakan. Sebagai contoh nantinya akan ada kampung budidaya ikan belida di Sumatera Selatan, atau kampung budidaya aruan di Pulau Kalimantan.Jadi, target lain dari program pembangunan kampung-kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal ini sekaligus menjaga keberlanjutan ikan-ikan unggulan di satu daerah. Ikan-ikan lokal yang mulai tergerus populasinya akibat penangkapan yang tidak terkontrol, akan diupayakan kelestariannya melalui program terobosan ini.Baca juga: 7 Jenis Ikan Lokal yang Berpotensi untuk di BudidayaKomoditas sasaran kampung budidaya berbasis kearifan lokal meliputi perikanan air tawar, payau dan laut (asin) dengan target membuat pertumbuhan ekonomi lebih merata bagi masyarakat perikanan, baik yang tinggal di pedalaman yakni yang jauh dari laut, maupun yang tinggal di wilayah pesisir.Kunci SuksesProgram terobosan pembangunan kampung budidaya berbasis kearifan lokal akan sukses jika peran riset diberikan porsi besar. Artinya, pembangunan yang dilakukan di satu daerah sudah melalui telaah yang dalam. Baik dari sisi sosial, lingkungan hingga pasar. Kenapa riset penting, karena program terobosan ini dirancang bukan sebatas menjadikan kampung budidaya sebagai tempat produksi tapi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang menelurkan kegiatan-kegiatan ekonomi lain (multiplier effect).Dengan demikian program terobosan kampung budidaya benar-benar menjadi kekuatan ekonomi lokal yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bertambahnya pendapatan asli daerah (PAD) dan menjadi ladang lapangan pekerjaan. Permodalan juga menjadi bagian penting dalam penerapan program terobosan pembangunan kampung budidaya berbasis kearifan lokal. Untuk itu, KKP menyiapkan bantuan pinjaman modal melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLULPMUKP), di samping dukungan infrastruktur hingga pasar. Mekanisme peminjamannya bisa melalui perorangan maupun koperasi.Baca juga: Dorong Budidaya Ikan Lokal Agar Tak PunahKemudian KKP memberikan dukungan pendampingan yang meliputi pendampingan manajemen usaha dan pendampingan teknis usaha. Sebab tolak ukur keberhasilan program ini tidak hanya nilai panen yang didapat pembudidaya tapi juga kelancaran debitur dalam membayar kewajiban, agar dukungan pembiayaan permodalan melalui dana bergulir yang digelontorkan pemerintah pusat dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kelautan dan perikanan lainnya.Peran unit pelaksana teknis (UPT) di bawah naungan unit eselon I KKP juga akan dioptimalkan dalam mengimplementasikan program terobosan kampung budidaya berbasis perikanan lokal di tengah masyarakat. UPT harus berperan dalam memproduksi pakan dan benih untuk menyokong kegiatan budidaya yang dijalani masyarakat.ContohKeberhasilan dukungan pembiayaan modal dari BLU-LPMUKP dapat dilihat dari kesuksesan kampung budidaya lele Semin di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Penyaluran pinjaman modal kepada koperasi di wilayah tersebut berhasil meningkatkan jumlah anggota pembudidaya maupun pendapatan mereka. Beberapa yang menjadi indikator kesuksesan adalah jumlah pembudidaya yang tadinya 28 kepala keluarga (KK) meningkat menjadi ratusan KK.Volume produksi dari 0,7 ton per bulan naik drastis menjadi minimal 3 ton per bulan. Penghasilan kotor koperasi sebelumnya Rp 5 juta per bulan, sekarang menanjak di angka Rp 40 juta sampai Rp 50 juta bersih. Lalu nilai aset koperasi yang tadinya hanya Rp 20 juta, naik beratus kali lipat menjadi Rp 2,93 miliar. Penghasilan pelaku usaha yang menjadi anggota koperasi juga ikut meningkat dari yang tadinya tidak menentu, sekarang di angka Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per bulan.Baca juga: Kampung Mina Padi di Samberembe, SlemanSebuah capaian yang patut kita apresiasi bersama. Kabupaten Gunungkidul yang dikenal sebagai daerah "kering" saat kemarau, kini memiliki oase berupa kegiatan budidaya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.Kisah sukses kampung budidaya Semin di Gunungkidul tentunya menjadi penyemangat bagi kami dan kita semua dalam menjalankan program terobosan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal di Indonesia. Dukungan dari pemerintah daerah dan stakeholder perikanan juga menjadi pendorong suksesnya program terobosan ini. Perlu saya tegaskan, program terobosan pembangunan kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal adalah program kolaboratif.Mari bersama melahirkan pusat-pusat ekonomi baru di berbagai daerah Indonesia yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat dan kelestarian komoditas perikanan lokal. Insya Allah, program terobosan ini juga menjadi pendorong majunya budidaya perikanan dalam negeri yang selaras antara ekologi dan ekonomi. Mohon doanya.Sumber: finance.detik.com ...
Cermat Pilih dan Kelola Pakan, Kunci Keberhasilan Budidaya
Udang

Cermat Pilih dan Kelola Pakan, Kunci Keberhasilan Budidaya

Manajemen pakan merupakan salah satu faktor dominan dari kunci keberhasilan budidaya. Dalam budidaya udang, pakan merupakan komponen tertinggi dalam biaya produksi. Untuk itu, pemilihan pakan butuh kecermatan dan perhitungan yang matang.Dalam budidaya udang, pakan merupakan komponen tertinggi dalam biaya produksi. Sudiarnoto, Kepala Divisi Aquaculture, PT Golden Westindo Artajaya, menyarankan, pemilihan pakan udang haruslah cermat. “Pilihan pakan bukan hanya soal harga tetapi bagaimana performance pakan dapat menghasilkan TDN (total digestible nutrient) yang tinggi bagi udang sehingga dapat menurunkan FCR,” ungkapnya.Kualitas pakan seperti ini mampu menekan buangan limbah berupa sisa pakan dan feses dari udang, dampaknya lingkungan budidaya lebih baik, udang lebih sehat, panen melimpah sesuai harapan. Menurutnya, kunci sukses budidaya secara garis besar terdiri dari empat aspek, yaitu  pemilihan bibit (benur) yang berkualitas, feeding protocol (manajemen pemberian pakan serta kontrol) yang efektif dan efisien, manajemen budidaya (menjaga keseimbangan lingkungan kolam budidaya, termasuk sumberdaya manusia).Di lain pihak, Rudy Kusharyanto, Ketua Harian Forum Komunikasi Praktisi Akuakultur (FKPA) Lampung, mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pakan merupakan salah satu unsur terpenting dalam budidaya, karena pakan menyumbang hampir 65% dari biaya produksi selama budidaya. Oleh karena itu, perlu diterapkan feeding management agar biaya produksi bisa lebih ditekan namun hasil panen optimal.Baca juga: Lebih Optimal dengan Pakan Fungsional“Salah satu strateginya adalah ke pemilihan pakan yang tepat, feeding management yang baik, serta pemilihan teknologi dalam pemberian pakan (auto feeder atau manual) disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan sumberdaya manusia”, tambah Rudy.Pertimbangan dalam Memilih PakanFaktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih pakan menurut Achmad Jerry, Pendiri Venambak, adalah kadar protein dan nutrisi lainnya yang terkandung dalam pakan. Termasuk nutrisi tambahan antara lain vitamin, mineral dan lainnya. Berikutnya, adalah faktor harga pakan dan ketersediaan keberlanjutan distribusi di lokasi tambak.Selanjutnya adalah mengamati pertumbuhan rerata harian atau ADG (average daily growth) pada udang ketika budidaya. Tingkat protein diamati lewat bau pakan yang khas/ tajam. Akan tetapi, lanjut Achmad, faktor yang di pertimbangkan pertama kali adalah harga, kemudian melihat tingkat kandungan proteinnya (nutrisi).Terkait faktor yang menjadi pertimbangan pembudidaya dalam pemilihan pakan, Ondang, Penasihat Teknis CV Riz Samudera, mengungkapkan tujuh faktor utama. Faktor tersebut yaitu kandungan nutrisi pakan, atraktan, stabilitas dalam air, harga, ketersediaan, keberadaan technical service, dan layanan purna-jual.Baca juga:  Penggunaan Tambahan Pakan Non-Nutritif untuk Optimalisasi Pakan Dan Keberhasilan Budidaya Udang VanameKandungan nutrisi pakannya  (protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, asam amino dll). Pakan dengan kandungan nutrisi setimbang tentunya akan memicu pertumbuhan udang dengan pesat. Berikutnya, pakan memiliki atraktan mampu menggugah nafsu makan udang. Faktor water stability menentukan pakan tidak akan mudah hancur setelah masuk air kolam. Dengan demikian, tiap butir pakan masih memiliki nutrisi yang utuh ketika dimakan udang.Harga sudah tentu merupakan salah satu pertimbangan untuk menunjang profit usaha tambak ini. Kemudahan mendapatkan pakan juga berperan penting dalam pertimbangan memilih pakan. Selanjutnya, adalah keberadaan technical service dari pihak pabrik pakan menjadi faktor penting. Faktor terakhir adalah layanan purna-jual, dengannya petambak mempunyai wadah memberikan saran-saran atau keluhan jika ada hal yang berkaitan dengan kualitas pakan.Kestabilan Pakan di Air Jadi PertimbanganMenambahkan narasumber sebelumnya, Sugeng Rahardjo, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, yang menjadi dasar pertimbangan pemilihan jenis pakan yang digunakan dan menyiasati kualitas yang kadang turun naik ada beberapa faktor yaitu: kandungan nutrisi pakan, kestabilan pakan, nilai kecernaan pakan, atraktan/aroma pakan yang disukai udang/ikan, pengaruh terhadap lingkungan pemeliharaan.Kandungan nutrisi pakan secara lengkap, tidak hanya satu unsur saja misal protein, lemak, tetapi unsur lain juga harus diperhatikan karena semua unsur yang diformulasikan meliputi nutrisi dan kimiawi yang dibutuhkan ikan atau udang. “Intinya produsen pakan harus menginfokan secara lengkap hasil uji coba disertai data yang lengkap,” ungkapnya.Baca juga: Manfaat Spirulina untuk Pakan UdangSelain itu, pertimbangan lainnya terkait kestabilan pakan di air. Aspek ini dibutuhkan untuk mengetahui pakan tidak mudah hancur sehingga termanfaatkan dengan baik dan tidak mudah menurunkan kualitas lingkungan peliharaan. Nilai kecernaan ini juga penting agar pakan bisa dicerna dengan baik sehingga mempercepat pertumbuhan dan kesehatan.Pastikan Kualitas PakanUntuk mendapatkan hasil yang optimal, petambak perlu memilih pakan yang berkualitas. Ikhsan Kamil, Kepala Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, menyarankan, salah satu cara mengamati kualitas pakan yaitu dengan melakukan evaluasi kinerja pakan tersebut pada siklus sebelumnya dan pengelolaan penyimpanan yang baik (gudang, FIFO atau first in first out dll).“Terkait dengan standar kualitas,” lanjutnya, “biasanya pakan pabrikan skala industri sudah dapat dipastikan mempunyai kualitas yang baik, karena industri tersebut sudah punya standar kualitas produksi.”Di lain pihak, Romi Novriadi, Peneliti Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan, mengingat segi kualitas pakan di pasaran sama, maka pertimbangan utama dalam pemilihan jenis pakan lebih ke faktor harga, kemudahan akses, pelayanan konsumen, antara lain pendampingan teknis, akses informasi dan pasar hasil budidaya), skema pembayaran dan insentif lainnya yang diberikan oleh pabrik pakan.Baca juga: Meningkatkan Performa Pakan Udang Melalui Penambahan Pellet Binder yang TepatStrategi Pengelolaan PakanStrategi /pengelolaan pakan dalam budidaya udang harus efektif dan efisien. Umumnya pelaku budidaya memonitor dengan cek anco (persentase, jumlah pakan, jam cek anco, dan sampling berat udang secara berkala). Hal ini diungkapkan oleh Paian Tampubolon, TS Manager Central & West Java, PT Grobest Indomakmur. Ia melanjutkan, kekeliruan dalam pemberian pakan akan berimplikasi berubahnya parameter air tambak dan penumpukan bahan organik yang menyebabkan udang stress dan mudah terserang penyakit.Untuk mempertahankan kualitas nutrisi/kandungan pada pakan, masih menurut Paian, perlu diperhatikan beberapa hal diantaranya pakan disimpan dalam ruangan yang terlindung dari sinar matahari. Pasalnya, suhu mempengaruhi kandungan nutrisi pakan. Berikutnya, adalah menyimpan dengan alas pallet yang memberikan ruangan antara lantai dan dudukan pakan sekitar 5 cm. Hal ini bertujuan agar tumpukan dasar pakan tidak lembab yang menyebabkan pakan rusak/berjamur.Sumber: Info Akuakultur ...
Lowongan Kerja Perikanan di Perusahaan Akuakultur
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Perikanan di Perusahaan Akuakultur

Salah satu perusahaan akuakultur nasional yang merupakan mitra dari Minapoli di bidang pakan ikan dan udang membutuhkan SDM untuk posisi sebagai berikut :1. Area Sales Manager (Kode : TM0101)- Memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang akuakultur- Pernah bekerja di pabrik pakan atau feed additive- Pengalaman bekerja minimal 7 tahun2. Field Sales (Kode : TM0102)- Memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang akuakultur- Pernah bekerja di pabrik pakan atau feed additive lebih diutamakan- Pengalaman bekerja minimal 2 tahun3. Technical Support (Kode : TM0103)- Memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis di bidang akuakultur- Pernah bekerja di lapangan (tambak udang/kolam ikan)- Pengalaman bekerja minimal 3 tahun4. Marketing (Kode : TM0104)- Memiliki pengetahuan dan kemampuan di bidang marketing- Pernah bekerja di perusahaan akuakultur/perikanan lebih diutamakan- Pengalaman bekerja minimal 2 tahunPendaftaran: Silahkan kirim lamaran Anda melalui email ke talenta@minapoli.comTulis subject email dengan format Posisi yang dilamar (Kode Posisi), contoh : Marketing TM0104Batas pengiriman 18 September 2021  ...
Lowongan Kerja Perikanan di Perusahaan Akuakultur
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Perikanan di Perusahaan Akuakultur

Dibuka lowongan kerja perikanan untuk posisi Shrimp Technical Manager di Perusahaan Akuakultur yang akan ditempatkan di Pulau Jawa.  Berikut merupakan deskripsi lowongan kerja perikanan pada perusahaan tersebut:Pendaftaran: Kontak Intan Jovintry di +628111659336  Dapatkan informasi lowongan kerja akuakultur secara rutin langsung ke email atau telegram Anda melalui TalentaMina. Daftar disini!    ...
Lowongan Kerja Perikanan di PT Bumi Menara Internusa
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Perikanan di PT Bumi Menara Internusa

Dibuka lowongan kerja perikanan untuk posisi Staff Quality Control di PT Bumi Menara Internusa yang akan ditempatkan di Lamongan. Perusahaan ini berfokus pada produksi seafood berkualitas tinggi dan value-added food processing. Berikut merupakan deskripsi lowongan kerja perikanan pada perusahaan tersebut:Pendaftaran: Kirim lamaran dan CV ke HRD PT Bumi Menara InternusaJl. Margomulyo No. 4E, Surabayaemail: hrd.recruitment@ptbmi.com Subject: Staff QC  Dapatkan informasi lowongan kerja akuakultur secara rutin langsung ke email atau telegram Anda melalui TalentaMina. Daftar disini!      ...