Kenali Jenis Penyakit Ikan Kerapu dan Cara Penanganannya
| Fri, 04 Mar 2022 - 11:29
Terdapat beberapa jenis parasit dan penyakit yang menyerang ikan kerapu. Mengetahui gejala dari penyakit yang muncul pada ikan kerapu merupakan hal yang penting untuk agar dapat memberikan penanganan yang tepat.
Umumnya penyakit yang menyerang ikan kerapu dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan penyebabnya. Antara lain penyakit akibat dari parasit, virus, dan kualitas air. Berikut beberapa penyakit yang sering dijumpai dalam kegiatan budidaya kerapu beserta cara penanganannya.
Baca juga: Pembenihan Kakap Putih
Penyakit Akibat Parasit
1. Monogenea kulit
Monogenea merupakan parasit eksternal pada ikan kerapu yang paling umum dijumpai. Parasit dari jenis cacing ini berbentuk oval serta pipih dengan sepasang anterior sucker pada tepi bagian depan dan haptor besar pada tepi bagian belakang.
Dua jenis parasit yang paling umum ditemukan dari jenis ini adalah Neobenedenia girellae dan Benedenia epinepheli. Ikan kerapu yang terjangkit parasit ini biasanya akan menggesek-gesekkan tubuhnya pada dinding bak atau jaring dan ditandai dengan adanya luka dan warna mata yang putih keruh.
Cara Penanganan
Ikan kerapu yang terkenaarasit ini dapat ditangani dengan perendaman menggunakan air tawar selama 10-15 menit atau atau dengan hidrogen peroksida (H2O2) 150 ppm selama 30 menit sambil dilakukan pengusapan secara perlahan pada tubuh ikan agar parasit terlepas.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Sistem Imun Ikan Kerapu
2. Isopoda
Isopoda merupakan parasit yang menyerang insang, rongga mulut, dan tenggorokan. Parasit ini bisa terlihat dengan jelas karena ukurannya yang cukup besar. Hingga saat ini belum ada senyawa yang efektif untuk mengobati serangan parasit ini.
Cara Penanganan
Penanganan yang umum dilakukan adalah dengan mengambil parasit secara manual.
Penyakit Akibat Virus
1. Viral Nervous Necrosis (VNN)
Viral Nervous Necrosis (VNN) adalah penyakit pada kerapu yang disebabkan oleh Noda virus yang menyerang sistem saraf pusat, retina mata, dan organ reproduksi. Penyakit ini dapat menyerang pada semua stadia pertumbuhan ikan.
Pada stadia larva atau benih tingkat kematiannya bisa mencapai 100% dalam kurun waktu 1-2 minggu. Gejala dari penyakit ini ditandai dengan menurunnya nafsu makan, kondisi ikan yang lemah, dan warna tubuh yang pucat.
Cara Penanganan
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini yaitu dengan seleksi terhadap induk dan benih yang bebas dari VNN, serta penerapan biosekuriti pada fasilitas budidaya.
Baca juga: Cara Mudah Seleksi Induk Kerapu Macan
2. Sleepy Grouper Diseases (SGD)
Sleepy Grouper Disease (SGD) adalah penyakit pada ikan kerapu yang diakibatkan oleh infeksi virus Grouper Iridovirus (GIV). Penyakit ini bersifat kronis dan bisa menyebabkan kematian dengan tingkat mortalitas 30-100 %. Tergantung pada jenis spesies, umur, dan kondisi lingkungan. Ikan yang terjangkit virus ini biasanya ditandai dengan menurunnya nafsu makan, terbaring di satu sisi media budidaya, dan warna tubuh ikan yang lebih gelap.
Cara Penanganan
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan sanitasi, penerapan biosekuriti, mengurangi padat tebar dan stres selama transportasi, serta vaksinasi yang terprogram.
Baca juga: Pastikan Kualitas Benih Kerapu Sesuai SNI
Penyakit Akibat Kualitas Air
1. Gas bubble disease
Gas bubble disease adalah penyakit pada ikan kerapu yang disebabkan oleh kejenuhan gas terlarut seperti nitrogen, oksigen, dan karbondioksida. Faktor yang menyebabkan kejenuhan gas adalah blooming alga di alam dan kebocoran sistem aerasi pada fasilitas budidaya.
keadaan tersebut akan mengakibatkan gas terakumulasi di dalam darah sehingga terjadi emboli (tersumbatnya pembuluh darah) pada sistem sirkulasi darah dan berujung kematian mendadak.
Cara Penanganan
Penanganan penyakit gas bubble disease dapat dilakukan dengan pergantian air, menghindari terjadinya blooming alga, dan melakukan pemantauan kadar oksigen terlarut dalam air.
Baca juga: Pembenihan Bawal Bintang
2. Keracunan
Keracunan dapat diakibatkan oleh senyawa beracun pada media pemeliharaan yang melebihi kadar yang dapat ditoleransi oleh ikan. Senyawa yang berbahaya bagi ikan adalah amonia dan nitrit karena dapat merusak jaringan insang dan menyebabkan kematian.
Cara Penanganan
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan kualitas air dan melakukan sistem filtrasi pada kegiatan budidaya.
3. Defisiensi Oksigen
Defisiensi atau kekurangan oksigen dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kepadatan ikan yang tinggi, pakan berlebih, kurangnya sistem aerasi, dan sistem filtrasi yang kurang baik. Ikan yang kekurangan oksigen biasanya akan berenang dipermukaan air dan terlihat kesulitan bernafas, hal ini dapat berujung pada kematian.
Cara Penanganan
Langkah yang dapat diambil adalah dengan menambahkan aerasi secukupnya dan melakukan penyiponan dan pergantian air pada media budidaya.
Referensi:
Penulis: Yanuar Ivan Prasetyo/Minapoli



