Penjelasan Teknik Ablasi Mata Udang Vaname

| Thu, 27 Mar 2025 - 11:06

Proses mempercepat kematangan induk udang vaname agar siap memijah adalah aspek kunci dalam meningkatkan produktivitas benur udang.


Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah teknik ablasi udang vaname. Teknik ini melibatkan pemotongan tangkai mata induk udang betina untuk merangsang pematangan organ kelamin atau gonad lebih cepat.


Metode ini terbukti efektif dan telah diterapkan secara luas di hatchery guna memastikan produksi benur yang lebih banyak dan berkualitas tinggi. 


Artikel ini akan merangkum penjelasan ilmiah, pengaruh, dan teknik ablasi induk udang vaname secara lengkap. 



Tujuan dan Penjelasan Ilmiah

Secara ilmiah, teknik ablasi udang vaname dapat bekerja dengan mengintervensi produksi hormon penghambat gonad. Hormon bernama Gonad Inhibiting Hormone (GIH) ini dihasilkan oleh organ X yang berada pada mata udang.


Oleh karena itu, ablasi sebenarnya tidak hanya sekadar memotong tangkai mata udang, tetapi juga memotong produksi hormon GIH yang menghambat pematangan gonad.


Teknik ablasi ini membuat kinerja hormon yang merangsang kematangan gonad atau Gonad Stimulating Hormone (GSH) semakin efektif, sehingga induk udang lebih cepat untuk dipijahkan dan menghasilkan telur yang banyak.


Panduan Lengkap Pembenihan Udang Vaname


Prosedur Teknik Ablasi Udang Vaname

Tata cara ablasi induk udang vaname harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena bersinggungan langsung dengan organ tubuh udang.


Teknisi yang melakukan ablasi diharapkan dapat melaksanakan prosedur secara runut dan cepat agar induk udang tidak stres berlebihan. 


Berikut tata cara ablasi induk udang.


Siapkan Peralatan 

Peralatan yang digunakan antara lain:

  • Gunting
  • Pencapit mata
  • Kompor atau penyembur api
  • Baskom 
  • Kalium Permanganate (PK) 


Panaskan Gunting

Gunting sebagai alat pemotong tangkai mata harus dipanaskan dulu menggunakan kompor atau penyembur api. Pemanasan gunting ini berguna agar gunting tetap steril dari patogen.


Ambil Induk Udang

Proses ablasi umumnya dilakukan secara massal di samping kolam induk. Pengambilan induk ini dilakukan secara bergantian hingga semua induk terpilih diablasi.


Catatan yang penting dalam memegang induk udang vaname ini adalah dengan menekukkan punggung udang dalam genggaman (tidak tegak). Hal ini bertujuan agar induk udang tidak mudah lepas.


Setelah berhasil diambil, pasangkan pencapit mata ke tangkai mata udang. Pencapit mata ini umumnya tidak secara langsung menjepit, tapi hanya berbentuk alat yang melingkari tangkai mata agar pemotongan presisi.


Potong Tangkai Mata

Proses paling penting pada langkah ablasi. Pastikan pemotongan mata dilakukan sekali dan secara cepat.


Gunting yang telah digunakan untuk memotong kemudian dipanaskan kembali agar tetap steril.


Celupkan Udang ke Cairan Desinfeksi

Setelah tangkai mata dipotong, celupkan udang secara cepat juga ke cairan PK untuk memastikan tidak ada infeksi mikroorganisme.


Induk udang yang telah diablasi kemudian dapat dikembalikan ke kolam.


Perawatan Pascaablasi

Induk udang kemudian dipantau secara terus menerus untuk memastikan tidak ada efek samping ablasi yang tidak diinginkan dengan: 

  • Pemberian pakan tinggi protein untuk membantu pemulihan dan mempercepat pematangan gonad
  • Pantau kondisi induk untuk memastikan tidak ada infeksi atau kematian akibat stres


5 Tips agar Induk Udang Berhasil Memijah


Pengaruh Ablasi

Dampak positif dari ablasi telah diteliti oleh Atikah et al. pada prosiding berjudul “Teknik Pengelolaan Induk Udang Vaname (Litopenaeus vannamei Bonne) di PT Esa Putlii Prakarsa Utama, Barru, Sulawesi Selatan”.


Berdasarkan penelitian tersebut, induk betina yang diablasi mencapai Tingkat Kematangan Gonad (TKG) 3 lebih cepat, ditandai dengan ovarium berwarna hijau gelap yang memanjang dari karapas hingga pangkal ekor (telson), serta punggung yang tampak merah kekuningan. Efek optimal ablasi terlihat pada hari ke-11 setelah pemotongan.


Peningkatan angka TKG tersebut juga didukung dengan pemberian pakan alami yang tinggi protein, seperti cacing laut dan cumi.


Ciri Induk Udang Siap Ablasi

Induk udang vaname yang siap diablasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bobot tubuh ideal (54-60 gram).
  • Tidak ada cacat tubuh
  • Tidak ada tanda penyakit
  • Usus terlihat penuh


Dengan memilih induk yang tepat dan menerapkan teknik ablasi udang vaname secara benar, hasil pemijahan yang lebih optimal bisa tercapai.


Proses ini menjadi salah satu kunci sukses dalam mempercepat produksi benur berkualitas tinggi. Selain itu, pemantauan pasca ablasi yang ketat akan memastikan induk tetap sehat dan siap menjalani siklus pemijahan berikutnya.




Artikel lainnya

Udang 

Inovasi Dukung Budidaya Udang Masa Kini

Info Akuakultur

2033 hari lalu

  • verified icon4301
Udang 

Warna Air Tambak Yang Bagus Untuk Udang Vaname

Minapoli

1508 hari lalu

  • verified icon17104
Udang 

Penjelasan Teknik Ablasi Mata Udang Vaname

Minapoli

7 hari lalu

  • verified icon35