Tata Cara Pemeliharaan Larva Udang Vaname

| Sat, 29 Mar 2025 - 19:46

Pemeliharaan larva udang vaname merupakan tahapan krusial untuk menjamin suplai benur. Larva udang vaname yang baru menetas perlu dipelihara dengan berbagai teknik untuk menjaga sintasan udang sampai siap dipindah ke tambak.


Artikel ini akan menjelaskan mengenai teknis dan tata cara pemeliharaan larva udang vaname secara detail.  


Durasi Pemeliharaan Larva

Larva udang vaname biasanya dipelihara selama 15 hingga 25 hari hingga mencapai ukuran Post Larva (PL) 8 - 10, yang dianggap paling ideal untuk dipindahkan ke tambak pembesaran.


Pada tahap ini, larva sudah tidak mengalami perubahan bentuk dan telah menyerupai bentuk udang dewasa. Selain itu, organ tubuh udang pada fase post larva juga telah siap untuk beradaptasi di tambak.


Tahap Hidup Larva Udang

Larva udang vaname memiliki siklus hidup yang terdiri dari beberapa fase. Tahapan ini penting untuk diketahui karena keseluruhan fase tersebut akan dilewati pada masa pemeliharaan larva udang.


Fase hidup larva udang, antara lain:

- Nauplius: Nauplius I-VI

- Zoea: Zoea I-III

- Mysis: Mysis I-III

- Post Larva (PL): Sesuai dengan umur hari 


Tata Cara Pemeliharaan Larva Udang Vaname

Berikut merupakan garis besar tata cara pemeliharaan larva udang yang telah dikumpulkan dari berbagai studi dan jurnal.


Persiapan Wadah

Tahapan ini terdiri dari pembersihan wadah serta pengisian dan sterilisasi air yang berfungsi untuk memastikan wadah dan air pemeliharaan bebas dari bibit patogen.


Pembersihan wadah dilakukan dengan desinfektan dan deterjen. Desinfektan berupa klorin atau iodin povidone disemprotkan kepada seluruh permukaan wadah pemeliharaan. Setelah itu, dicuci menggunakan deterjen dan dibilas dengan air hingga tidak ada residu yang tertinggal. Lalu, kolam dikeringkan selama 24 jam.


Pengisian Air

Jika sudah kering, air dapat diisikan pada wadah. Air yang masuk pada wadah harus dipastikan memiliki salinitas 30-32 ppt.


Air tersebut kemudian disterilisasi terlebih dahulu menggunakan klorin selama 6-12 jam. Setelah itu, air diberikan tiosulfat sebanyak 2,5 ppm untuk menghilangkan residu kaporit.


Hal yang perlu dipastikan sebelum melakukan tahapan ini adalah kelengkapan dan kinerja alat berfungsi dengan baik, seperti selang aerasi yang tersusun setiap 40-50 cm dan outlet yang dilapisi filter, serta heater dan penutup kolam.


Penebaran Nauplius

Pada tahap nauplius, udang dapat dipanen dari kolam penetasan menuju kolam pemeliharaan larva. Larva udang harus dipastikan telah lolos pengecekan Quality Control (QC) sebelum dipindahkan.


Umumnya, larva yang sudah siap panen berada pada tahap nauplius 6.


Aklimatisasi perlu dilakukan selama 15 menit untuk menyesuaikan suhu wadah secara perlahan pada udang. Pastikan juga penebaran ini dilakukan secara steril dengan mengenakan sarung tangan untuk mencegah penyebaran penyakit.


Setelah larva ditebar, nyalakan heater atau tutup permukaan kolam untuk menjaga suhu tetap hangat, terutama pada malam hari.


Program Pakan

Pada tahap awal pemeliharaan larva udang vaname, nauplius tidak memerlukan pakan karena masih memiliki cadangan makanan berupa kuning telur. 


Pakan mulai diberikan pada tahap zoea hingga PL dengan jenis serta frekuensi pemberian yang berbeda-beda.


Jenis pakan pada tahap zoea dan mysis adalah Thalassiosira sp. (fitoplankton) dan artemia (zooplankton). Sedangkan, jenis pakan tahap PL adalah artemia dan pakan buatan, walaupun pemberian pakan buatan dapat mulai diadaptasikan pada tahap mysis. Pakan buatan berupa tepung atau serbuk yang sesuai dengan bukaan mulut larva udang.


Frekuensi pemberian pakan disesuaikan dengan konsep ad libitum, yaitu memastikan pakan selalu ada di media pemeliharaan agar larva dapat makan setiap saat.


Thalassiosira dapat diberikan sejak zoea hingga tahap PL 2 dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari yaitu pada pukul 08.00, 13.00, dan 18.30.


Artemia dapat diberikan sejak mysis 3 hingga menuju panen dengan frekuensi empat kali sehari yaitu pada pukul 08.00, 14.00, 20.00, dan 23.00.


Pakan buatan diberikan sejak mysis 2 sampai dengan menuju panen dengan frekuensi delapan kali sehari pada pukul 06.00, 09.00, 12.00, 15.00, 18.00, 21.00, 00.00, dan 03.00.


Oleh karena itu sebelum melaksanakan pemeliharaan larva udang vaname, pembudidaya harus mengkultur pakan alami terlebih dahulu.


Monitoring Kualitas Air

Monitoring kualitas air wajib dilakukan setiap 2 hari sekali dengan parameter utama yaitu suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut (DO).


Parameter kualitas air yang optimal untuk pertumbuhan larva udang yaitu:

Suhu: 30-34 C

Salinitas: 30-32 ppt

pH: 7-7,8

DO: > 5 ppm


Adapun perlakuan pemberian probiotik juga dilakukan untuk mengurangi tumpukan bahan organik di dasar wadah dan mencegah munculnya amonia.


Selain itu, lakukan juga sirkulasi air sebanyak 10-50% untuk membuang tumpukan bahan organik di dasar pada tahap mysis 1 hingga PL.


Pencegahan Penyakit dan Biosecurity

Biosecurity ketat harus diterapkan, termasuk cuci tangan dengan sabun, semprot alkohol 70%, dan footbath kaporit 120 mg/L di pintu masuk ruang hatchery.


Ruangan juga disterilkan dengan desinfektan 2 kali sehari (pagi dan sore).


Panen

Panen dilakukan saat larva udang mencapai Post Larva (PL) 8 - 10 dengan panjang tubuh 8,5 - 9,7 mm. 


Proses panen dimulai dengan menurunkan volume air hingga tersisa 20-25 ton. Larva dikumpulkan dengan serok halus, lalu dimasukkan ke ember berisi air beroksigen. Setelah itu, benur ditampung dalam 6 tank berisi 600 liter air/tank dengan suhu air dijaga di 28°C. 


Aklimatisasi dilakukan bertahap hingga suhu turun ke 25°C sebelum benur dikemas. Setiap kantong besar diisi 1.500 ekor, sementara kantong kecil berisi 1.000 ekor lengkap dengan oksigen dan sedikit Artemia sebagai pakan saat transportasi.


Dengan mengikuti setiap tahapan pemeliharaan larva udang vaname secara cermat, peluang sukses budidaya akan semakin tinggi. Petambak tidak hanya mendapatkan benur berkualitas, tapi juga hasil panen yang lebih optimal dan tahan penyakit.


Artikel lainnya

Udang 

Potret Instalasi Pengelolaan Air Limbah Tambak Udang

Info Akuakultur

1266 hari lalu

  • verified icon3093
Udang 

Pentingnya Kecukupan Mineral Dalam Tambak Udang

Minapoli

211 hari lalu

  • verified icon826
Udang 

Saat Pandemi, Produksi Udang Tetap Tinggi dengan Penerapan Teknologi

Info Akuakultur

1653 hari lalu

  • verified icon2975