• Home
  • Infomina
  • Alasan KKP Minta Pembudidaya Ikan Gunakan Produk Hasil Riset Probiotik RICA

Alasan KKP Minta Pembudidaya Ikan Gunakan Produk Hasil Riset Probiotik RICA

| Fri, 30 Oct 2020 - 12:45

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan meminta pembudidaya ikan menggunakan produk hasil riset probiotik dari Research Insitute for Coastal Aquaculture/RICA atau Institut Riset Akuakultur Pesisir.


Kepala Pusat Riset Perikanan KKP Yayan Hikmayani menyatakan probiotik penting karena dalam usaha budidaya ikan di tambak, para petambak seringkali menggunakan pupuk secara berlebihan. Khususnya pupuk anorganik seperti Urea dan TSP, sehingga merusak kualitas lahan budidaya dan air.


"Perlu adanya suatu langkah perubahan untuk mengatasinya. Salah satunya dengan penggunaan probiotik RICA," tutur Yayan Hikmayani lewat keterangan resminya, Sabtu (17/10/2020).


Baca juga: Probiotik dalam Akuakultur


Ia memaparkan probiotik RICA merupakan bakteri probiotik yang diproduksi Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP). Bakteri ini bersifat nonpatogen, memiliki kemampuan menghambat perkembangbiakan organisme patogen, dan berfungsi sebagai bakteri pengurai dan penetralisir kualitas air, serta memungkinkan sebagai makanan di dalam perairan.


Pihaknya juga menilai penyuluh perikanan memiliki peran penting dalam menyebarluaskan inovasi tersebut kepada seluruh pembudidaya. Sehingga dapat diadopsi oleh para pelaku usaha.


“Saya berpesan kepada para penyuluh untuk dapat terus berinovasi dan berkontribusi bagi pengembangan usaha kelautan dan perikanan. Pendampingan penyuluh perikanan tak bisa lepas dari kegiatan produksi perikanan oleh pelaku utama ataupun pelaku usaha," papar Yayan.


KKP juga telah menggelar panen percontohan polikultur udang vaname dan ikan bandeng menggunakan probiotik RICA, kerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.


Baca juga: Sulawesi Utara Ekspor Ikan Beku ke Amerika


Panen terlaksana di lahan tambak seluas 0,75 ha berlokasi di Desa Manakku, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan dengan melibatkan dua kelompok binaan penyuluh perikanan, yakni Kelompok Pembudidaya Ikan Sipakainge dan Kelompok Pembudidaya Ikan Bandeng Sejahtera.


Kegiatan ini juga mendapatkan pendampingan dari peneliti dan penyuluh perikanan Satminkal BRPBAPPP yang bertujuan sebagai sarana percontohan metode demonstrasi cara alih teknologi hasil riset ke penyuluhan dan kelompok binaan penyuluh perikanan serta sebagai hilirisasi alih teknologi hasil riset kepada penyuluh perikanan.


Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pangkep Andi Faridah, menuturkan bahwa kebutuhan pupuk subsidi di daerahnya sangat terbatas.


Baca juga: Kabupaten Meranti akan Jadi Pusat Kawasan Budidaya Kakap Putih


"Tentunya kami berterima kasih atas dipilihnya Kabupaten Pangkep sebagai lokasi percontohan polikultur udang vaname dan ikan bandeng menggunakan probiotik RICA. Kami siap mendukung program dari pusat dan menciptakan sinergitas program pusat dengan Kabupaten pangkep," tutur Andi.


Kepala BRPBAPPP Indra Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan percontohan yang merupakan produk BRPBAPPP, sudah melewati uji coba dan dipergunakan secara luas oleh masyarakat.


Secara umum hasil survei menunjukkan bahwa aplikasi probiotik RICA baik di Pangkep, Pinrang maupun Luwu Timur menunjukkan indikasi positif dengan adanya peningkatan produksi udang hasil budidaya dari produksi hanya 50 kg/ha/musim menjadi produksi mencapai 300 kg/ha/musim dengan menggunakan probiotik RICA tersebut.


Sumber: Akurat.co

Artikel lainnya