Budidaya ramah lingkungan dan berkelanjutan saat ini banyak\r\ndigandrungi masyarakat. Salah satunya adalah budidaya yang memanfaatkan inovasi\r\nteknologi bioflok. Teknologi ini umumnya diaplik...
Budidaya ramah lingkungan dan berkelanjutan saat ini banyak\r\ndigandrungi masyarakat. Salah satunya adalah budidaya yang memanfaatkan inovasi\r\nteknologi bioflok. Teknologi ini umumnya diaplikasi pada budidaya lele.\r\nKemudian juga ada budidaya nila bioflok yang baru-baru ini dikembangkan Balai\r\nBesar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).
Budidaya nila bioflok tersebut hingga kini banyak diminati\r\nmasyarakat. Pasalnya, budidaya nila bioflok tak menimbulkan bau, dan secara\r\nekonomi hasilnya menggiurkan.
Banyak orang mengira kalau budidaya nila bioflok yang sudah\r\ndiaplikasi masyarakat itu rumit. Namun menurut Penanggungjawab Budidaya Nila\r\nBioflok BBPBAT Sukabumi, Fatihul Muharis, budidaya nila bioflok konsepnya\r\nsangat sederhana dan mudah diaplikasi masyarakat.
" Kunci sukses budidaya ini adalah benih nila unggul\r\nyang sehat dan flok sebagai sumber bahan pakan tambahan bagi ikan, wadah\r\nbudidaya (bak), pakan pellet dan air secukupnya," kata Fatihul, di\r\nSukabumi, Kamis (5/3).
Lantas apakah masyarakat bisa membuat bioflok sendiri?\r\nMenurut Fatih (panggilan akrab Fatihul), sangat bisa. " Karena\r\nbahan-bahannya mudah didapatkan. Yang paling penting adalah tepat\r\ntakaranya," ujar Fatih.
Inilah bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bioflok,\r\nantara lain:
- Garam krosok sebanyak 1 kg per meter kubik.
- Kapur dolomit (kapur pertanian) 50 gram per meter kubik.
- Molase sebanyak 100 ml/m3. Kalau tak ada molase bisa\r\nmenggunakan gula pasir sebanyak 50 gram per meter kubik.
- Probiotik yang ada kandungan bacilus. Probiotik ini bisa\r\ndibeli di toko pertanian.
Beli Produk Probiotik Kolam Bioflok
Menurut Fatih, bahan-bahan tersebut kemudian dimasukkan\r\ndalam wadah budidaya (bak) berdiameter 4 meter yang sudah diisi air secukupnya.\r\nSetelah didiamkan selama 4-7 hari benih nila siap ditebar dalam wadah\r\ntersebut.
" Untuk mengembangkan bioflok di bak, pembudidaya juga\r\nbisa mengambil biang dari bioflok yang sudah ada di bak budidaya lainnya,"\r\npaparnya.
Meski bioflok menjadi sumber bahan pakan ikan, lanjut Fatih,\r\npembudidaya harus tetap rajin memberi pakan dengan pellet secukupnya dua kali\r\nsehari. " Karena padat tebarnya tinggi, sehingga harus ada asupan pakan\r\npellet," ujarnya.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Nah, tertarik membuat bioflok sendiri. Silakan mencoba tips\r\ndi atas. Semoga bermanfaat.
Sumber : Tabloid Sinar Tani

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
