• Home
  • Infomina
  • Startegi Baru, Petani Pasarkan Ikan Via Online

Startegi Baru, Petani Pasarkan Ikan Via Online

| Mon, 27 Apr 2020 - 22:37

Kesulitan memasarkan hasil panen, para petani ikan di Sleman punya strategi lain. Mereka memilih menjual ikan hasil panen secara online ke masyarakat luas.

Ketua Jaringan Mitra Perikanan Sleman (JMP) Parijo kepada media baru-baru ini menjelaskan, penjualan ikan melalui online ini agar panen ikan bisa terserap habis. Pasalnya, setelah ada pandemi Covid-19, rumah makan, restoran dan hotel banyak yang tutup. Padahal para petani sejak awal tahun sudah menebar benih untuk mencukupi permintaan ikan saat Ramadan.

“Ikan yang dipanen bisa dua kali lipat dari biasanya. Bulan ketiga kemarin sudah panen, ternyata ada Korona yang dampaknya hotel dan restoran tutup sehingga serapannya macet,” jelas Parijo.

Diungkapkan, petani ikan di Sleman bisa menyuplai kurang lebih 10 ton perhari atau 300 ton perbulan. Namun karena ada pandemi Covid-19 ini daya serap pasar berkurang dari biasanya. “Kami jual ikan segar dalam kondisi sudah bersih atau siap masak. Tapi beberapa dari kami juga melayani yang sudah dimasak. Produksi utama di Sleman ada nila merah, gurame, patin, lele dan bawal,” ungkap Parijo.

Namun dalam kondisi seperti saat ini, petani tidak bisa menjual dengan harga normal. Harga ikan sengaja diturunkan agar banyak bisa terserap di masyarakat. “Dulu nila merah dijual Rp 34.000/kg, sekarang kita jual Rp 30.000/kg,” beber Parijo.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kelompok pembudidaya ikan dan sepakat membagi pemasaran di Sleman menjadi empat. “Ada 13 pasar ikan dan sejauh ini penjualannya masih terbilang bagus,” jelasnya.


Sumber : krjogja.com

Artikel lainnya

Terkini 

Geomembran JEMPOL, Pelapis Wadah Unggulan untuk Tambak Udang Anda

PT Hidup Baru Plasindo

123 hari lalu

  • verified icon323
Terkini 

Boosting Aquaculture Through Innovation

Minapoli

908 hari lalu

  • verified icon1220