
Road To Indo Fisheries 2025: Napindo Rangkul Pelaku Usaha Perikanan dalam Buka Bersama
| Thu, 06 Mar 2025 - 14:48
Jakarta, 5 Maret 2025 - PT Napindo Media Ashatama selaku penyelenggara salah satu pameran perikanan terbesar di Indonesia, Indo Fisheries 2025 Expo & Forum, mengadakan rangkaian Road to Indo Fisheries 2025 dengan tema Buka Bersama Pelaku Usaha Usaha Perikanan di Cawang, Jakarta Timur.
Acara ini digelar dalam rangka memperluas jaringan bisnis, mendorong kolaborasi, serta menjadi wadah diskusi dan berbagi wawasan untuk memperkuat sinergi guna mendorong pertumbuhan sektor perikanan dan akuakultur di Indonesia.
Project Director Napindo, Lisa Rusli membuka acara dengan menekankan bahwa sektor perikanan dan akuakultur punya peran penting pada perekonomian indonesia. Dengan potensinya yang melimpah, industri ini dapat berkembang menjadi kekuatan yang berdaya saing global. Namun upaya tersebut memerlukan inovasi, investasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Sebagai upaya bersama memajukan sektor perikanan dan akuakultur, Indo Fisheries dapat menjadi wadah bagi para pelaku industri internasional untuk bertemu, bertukar wawasan, serta menjajaki berbagai peluang dan inovasi terbaru. Kami berharap acara ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat, sekaligus memperkuat daya saing sektor perikanan dan akuakultur indonesia di kancah global,” ujar Lisa.
Pernyataan tersebut ia perkuat dengan data nilai ekspor produk perikanan Indonesia Januari - Desember 2024 yang mencapai 5,95 miliar USD, meningkat 5,7% dari tahun sebelumnya. Hal ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor bersih produk perikanan.
“Maka dari itu, mari bersama-sama jadikan Indo Fisheries menjadi platform bagi para pelaku industri untuk menjalin kerja sama strategis serta mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas. Kami sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi dari seluruh pihak yang hadir di sini, agar Indo Fisheries 2025 menjadi ajang yang bermanfaat bagi kita semua,” tutup Lisa.
Sebagai rangkaian acara menuju Indo Fisheries 2025 Expo & Forum, Napindo turut mengajak para pelaku usaha perikanan untuk berdiskusi dengan topik “Strategi Peningkatan Daya Saing & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia”.
Sesi tersebut membahas mengenai tantangan dan peluang industri perikanan dan akuakultur Indonesia agar berdaya saing dengan mendiskusikan respon pasar serta kualitas produk negeri.
Sesi ini juga dihadiri oleh Direktur Pemasaran, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana. Erwin menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa industri perikanan tetap berjalan dengan baik, tanpa ada gangguan dalam proses dari hulu hingga hilir.
“Tahun ini tentunya kami mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Napindo. Kami mengajak seluruh asosiasi, pelaku usaha, dan eksportir Indonesia untuk meramaikan kegiatan ini. Kami tidak hanya ingin mereka menjadi peserta pameran, tetapi juga berpartisipasi dalam kegiatan business matchmaking dan pertukaran informasi, baik antar pelaku usaha maupun dengan mitra dagang dan pemerintah,” ujar Erwin.
Erwin juga menambahkan dengan semua upaya ini, Indo Fisheries 2025 dapat menjadi momentum yang signifikan bagi industri perikanan Indonesia, memperkuat jaringan, dan meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar global.
“Kami berharap Indo Fisheries juga dapat berdiri sendiri sebagai pameran terbesar untuk produk seafood di dunia. Sebagai negara maritim dengan sumber daya ikan yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik banyak pembeli dari luar negeri dan mempertemukan mereka dengan para pemasok utama produk perikanan Indonesia.”
Sebagai pameran dan forum internasional teknologi komprehensif perikanan, akuakultur meliputi budidaya, pakan, bibit, kesehatan, cold storage, dan pengolahan makanan ke-15, Indo Fisheries akan kembali diselenggarakan pada 2 - 4 Juli 2025 di Grand City Convex (GCC), Surabaya, bersamaan dengan Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, dan Indo Vet 2025 Expo & Forum.
Lebih dari 300 peserta dari 30 negara, 10 paviliun negara, serta 15.000 pengunjung dari berbagai sektor, termasuk peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan dan akuakultur, diharapkan turut berpartisipasi dan meramaikan pameran dan forum internasional ini selama 3 hari penyelenggaraan.