
Cara Pemeliharaan Induk Udang Vaname Lengkap & Terkini
| Thu, 27 Mar 2025 - 10:37
Pemeliharaan induk udang vaname adalah salah satu kunci keberhasilan untuk menghasilkan benur udang yang berkualitas.
Seperti yang diketahui, benur udang yang berkualitas dan tahan penyakit adalah input utama yang sangat penting untuk keberlanjutan industri budidaya udang.
Artikel ini akan membahas mengenai tata cara lengkap dan terkini mengenai pemeliharaan induk udang vaname.
Tujuan Pemeliharaan Induk Udang Vaname
Induk udang vaname adalah organisme udang dewasa yang dipilih khusus untuk berkembang biak dan menghasilkan benur hingga masa afkir.
Pemeliharaan induk bertujuan untuk memastikan induk sehat, produktif, dan mampu menghasilkan benur berkualitas tinggi. Induk yang baik akan memberikan hasil panen yang lebih menguntungkan karena keturunannya lebih tahan terhadap penyakit dan tumbuh lebih cepat.
Selain itu, pemeliharaan yang optimal juga mendukung program pembenihan berkelanjutan, memastikan pasokan benur tetap stabil dan berkualitas.
Cara pembenihan udang vaname
Cara Memilih Induk Udang yang Berkualitas
Berikut beberapa ciri induk udang vaname sebagai panduan untuk memilih calon induk yang akan dipelihara:
Usia
Calon induk udang vaname harus dipastikan telah mencapai fase dewasa. Lebih tepatnya, berumur sekitar 20 hari setelah memasuki fase dewasa.
Tanda kematangan juga terlihat pada induk betina yang memiliki warna oranye di bagian punggung dari yang awalnya putih
Ukuran Tubuh Ideal dan Seragam
Selain dari usia, induk udang juga dipastikan memiliki bobot tubuh tertentu. Induk udang jantan yang ideal memiliki bobot tubuh sekitar 45-50 gram dan induk betina dengan bobot 54-60 gram.
Induk udang juga harus diamati keragamannya. Induk udang yang seragam menandakan bahwa genetik udang tersebut terjamin dan tidak ada tanda perlambatan pertumbuhan.
Organ Tubuh Lengkap
Pastikan induk udang vaname yang dipilih memiliki kondisi fisik yang lengkap. Induk dengan cacat fisik dikhawatirkan memiliki genetik yang tidak unggul atau akan mengganggu teknis pemijahan.
Organ tubuh udang yang lengkap antara lain lima pasang kaki, ekor yang terbuka sempurna, mata menonjol, serta sepasang antena yang dapat membuka dan menutup dengan baik.
Tidak Terinfeksi Penyakit
Induk yang terinfeksi penyakit dikhawatirkan akan menurunkan penyakit kepada benur yang dihasilkan.
Amati induk tanda-tanda penyakit pada tubuh udang dan lakukan uji PCR untuk memastikan calon induk tidak mengandung bibit patogen.
Usus Terlihat Penuh
Salah satu ciri dari udang yang sehat yaitu ususnya selalu terlihat penuh dengan makanan. Usus udang yang penuh makanan menandakan udang sehat dan nafsu makannya tinggi.
Cara Pemeliharaan Induk Udang Vaname
Langkah selanjutnya adalah tata cara pemeliharaan udang vaname agar dapat menjadi induk yang produktif dan berkualitas. Berikut langkah-langkahnya:
Sterilisasi Wadah dan Air
Sebelum menebar induk, pastikan kolam pemeliharaan dan air tersebut telah steril dari bibit penyakit. Caranya adalah dengan sterilisasi wadah dan air.
Bahan sterilisasi yang umum digunakan adalah kaporit atau klorin, selain itu dapat juga menggunakan merek desinfektan komersial lainnya.
Pertama, sterilisasi wadah terlebih dahulu menggunakan kaporit 200-300 ppm. Setelah itu, wadah dicuci menggunakan deterjen dan dibilas dengan air tawar untuk menghilangkan residu.
Selanjutnya, lakukan pengisian air dan kemudian sterilisasi air tersebut. Campurkan klorin ke dalam air dan diamkan beberapa hari. Nyalakan aerasi agar residu kaporit menguap.
Padat Tebar
Kolam induk tidak dianjurkan memiliki padat tebar tinggi untuk mencegah terjadinya stres dan kanibalisme. Padat tebar induk udang vaname yang ideal yaitu 1-2 ekor per meter persegi.
Kualitas Air
Terdapat beberapa parameter kualitas air yang harus dijaga agar induk udang tidak mudah stres, yaitu:
- Suhu: 29-31°C
- Salinitas: 30-31 ppt
- pH: 6-8
- Oksigen terlarut (DO): minimal 3 ppm
Setiap hari dilakukan pergantian air dan juga pembersihan kotoran sisa makanan sebelum pemberian pakan.
5 tips agar pemijahan udang sukses
Program Pakan
Manajemen pakan induk udang dilakukan dengan tujuan mematangkan gonad udang sehingga dapat memasuki fase pemijahan.
Induk udang diberi pakan dengan frekuensi 3-5 kali sehari dengan dosis pemberian pakan yaitu 50% dari total biomassa induk udang.
Terdapat 2 jenis pakan induk udang yaitu pakan komersil dan pakan alami. Kedua jenis pakan tersebut memiliki kriteria khusus untuk tetap memenuhi tujuan pemeliharaan induk.
Manajemen Pakan akan dijelaskan lebih lanjut di bawah.
Manajemen Pakan Induk Udang Vaname
Nutrisi utama yang dibutuhkan untuk mempercepat pematangan gonad induk udang adalah protein, lemak, vitamin E, EPA, dan DHA.
Meski begitu, nutrisi lainnya seperti karbohidrat dan mineral tetap dibutuhkan untuk menjaga metabolisme dan fisiologis tubuh udang.
Berikut merupakan penjelasan jenis pakan udang serta tata cara pemberiannya.
Pakan Alami
Pakan alami untuk induk udang umumnya adalah cacing laut (jenis Polychaeta) dan juga cumi-cumi (Loligo sp.). Kedua pakan alami ini mengandung protein serta EPA dan DHA yang tinggi.
Pemberian pakan alami ini dapat dilakukan hingga 3-5 kali sehari sesuai frekuensi pemberian pakan, atau diberi selingan pakan pelet. Hal ini disebabkan oleh biaya pakan alami yang cukup tinggi.
Cacing laut dapat diberikan secara langsung pada kolam induk. Sedangkan, cumi-cumi diberikan dengan dengan dipotong secara kecil-kecil (1x1 cm). Pemberian pakan cumi juga dapat ditambahkan suplemen seperti vitamin E.
Pakan alami ini juga perlu diberikan perlakuan sterilisasi agar tidak ada patogen yang masuk ke dalam tubuh induk udang. Proses sterilisasi tersebut dapat dilakukan dengan cara menyimpan pakan alami pada suhu -20°C selama 2 jam.
Pakan Pelet
Pakan pelet yang diberikan pada induk harus diperhatikan kandungan nutrisinya agar sesuai dengan tujuan pemeliharaan induk udang vaname.
Beberapa nutrisi pakan serta kandungannya untuk induk udang yaitu:
- Protein: minimal 50%
- Lemak: minimal 10%
- Vitamin: mengandung vitamin E
Selain itu, pakan pelet juga dapat dicampurkan dengan beberapa suplemen untuk menambah kandungan EPA dan DHA.
