Budidaya Udang Windu Bersama Bandeng

| Mon, 04 Jul 2022 - 10:25

Budidaya udang windu bisa dilakukan secara polikultur bersama ikan bandeng. Tentunya, hal ini bisa membuat keuntungan pembudidaya menjadi lebih besar. Mengingat dua komoditas tersebut merupakan komoditas ikan budidaya yang disukai oleh masyarakat Indonesia sehingga tingkat penyerapannya tinggi.


Budidaya udang windu yang dilakukan polikultur harus dilakukan dengan ikan yang memiliki perbedaan karakteristik dengan udang windu. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan pakan serta ruang gerak.


Penebaran udang windu dan ikan bandeng bisa dilakukan bersamaan karena kedua komoditas perikanan tersebut memiliki umur produksi yang sama dan tidak bersifat kompetitor serta tidak bersifat predator.


Jika Anda menggunakan gelondongan bandeng, gelondongan dapat disebar saat benur udang windu sudah berumur satu bulan. Padat tebar yang bisa dilakukan adalah 1.000 ekor/hektare. Penebaran bandeng gelondongan juga berfungsi untuk mencegah blooming kelkap dan mengaduk air kolam karena gerakan bandeng yang sangat aktif sehingga dapat meningkatkan kandungan oksigen di dalam kolam.


Baca juga: Polikultur Udang Galah dengan Bandeng


Saat ini, budidaya polikultur antara bandeng dan udang windu masih dilakukan secara tradisional, pakan diberikan dari pakan alami yang sengaja diadakan dengan proses pemupukan tambak setiap satu sampai dua bulan sekali hingga menjelang panen. Pakan tambahan akan diberikan seperti pada pembesaran udang model dua.


Budidaya udang windu secara polikultur bersama bandeng sebaiknya dilakukan di tambak dengan salinitas yang rendah. Tujuannya, memudahkan perawatan dua komoditas perikanan tersebut.


Tambak yang akan digunakan diberikan pupuk organik terlebih dahulu agar pakan alami sudah tumbuh pada saat benih ikan dan udang ditebar ke dalam kolam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos sebanyak 200—300 kg/hektare. Pengairan dilakukan setelah kolam dipupuk, air dimasukkan hingga kedalaman tertentu sekitar 50 cm hingga media budidaya sudah cukup untuk memelihara udang dan ikan bandeng.


Baca Juga: Ini Dia Cara Membedakan Induk Udang Windu Jantan dan Betina


Benih ditebar pada saat pakan alami sudah muncul atau setelah 2 minggu pengisian air. Pada saat itu, selain pakan alami sudah tumbuh, kondisi air kolam juga sudah stabil dan tidak membahayakan benur udang yang ditebar.


 

Artikel ini pertama kali dipublikasikan oleh Pertanianku. Ketepatan informasi dan efektivitas metode budidaya yang terdapat di dalamnya di luar tanggung jawab Minapoli.


Artikel lainnya