• Home
  • Infomina
  • Ndaru Farm, Teknik Beternak Ikan dan Berkebun Dengan Aquaponik yang Banyak Diburu

Ndaru Farm, Teknik Beternak Ikan dan Berkebun Dengan Aquaponik yang Banyak Diburu

| Thu, 29 Oct 2020 - 16:51

Teknologi akuaponik merupakan gabungan antara akuakultur dengan teknologi hidroponik dalam satu sistem untuk mengoptimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Salah satu yang menggunakan teknik penanaman tersebut yaitu ndaru farm yang terletak di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.


Nano salah satu pengelola teknik pertanian modern tersebut, mengatakan untuk proses perawatan dan pembuatannya memiliki perlakuan yang berbeda. Ruang untuk penanaman hidroponik perlu penyesuaian suhu dan intensitas cahaya yang tepat.


"Saya disini cuma mengelola, ini yang punya kakak saya. Jadi dulu itu, ini sawah, terus dialih fungsikan menjadi tempat aquaponik, kita tuh sebenernya ambil konsep integrated. Jadi nanti limbah kotoran ikannya bisa dijadiin pupuk buat tanaman hidroponik," katanya saat ditemui di Ndaru Farm Jalan Terusan SMP Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 8 oktober 2020.


Baca juga: Budidaya Ikan Aquaponik: Ini Cara Pilih Benih Ikan yang Sehat


Lebih lanjut Nano menjelaskan jika pertanian integrated yang dikelolanya ini baru berjalan sekitar 6 bulan dan sudah berhasil panen. Yang diutamakan dalam kegiatan tersebut yaitu budidaya ikan dan tanaman hidroponik. Untuk selebihnya ditempatnya tersebut juga membudidayakan udang, namun bukan fokus utamanya.


Hasil dari peternakan ikan tersebut sudah dipesan oleh beberapa tengkulak, sehingga proses pemasaran bukan sebuah kendala. Kemudian untuk perawatan tanaman hidroponik juga mudah tidak memerlukan banyak hal, karena semua sudah diprogram untuk dipermudah dalam proses integratednya.


"Sudah ada prosesnya nanti dari kotoran ikan ini diolah jadi pupuk untuk sayuran, disini ada ikan nila merah dan hitam. Perawatannya juga cuma nanti kalau airnya udah kotor dikuras setengahnya, terus airnya masuk proses filter untuk pupuk tanaman. Sepuluh hari sekali kita ganti airnya," katanya.


Ndaru farm

Di Ndaru farm tersebut tersedia banyak ikan nila, satu tanki terisi 1000 ekor untuk ukuran siap panen. Untuk perawatannya pun hanya penggantian dan pengurasan air yang dilakukan sepuluh hari sekali yang dikerjakan oleh pekerja. Nano bersama kakaknya mencoba memberdayakan masyarakat sekitar untuk merawat tempat tersebut.


Semua ikan dan sayuran yang ada disana sudah berupa pesanan untuk pasar-pasar besar. Karena mereka menghasilkan hasil panen yang berbeda dengan tempat budidaya lainnya, untuk sayuran juga tidak menggunakan bahan kimia. Sehingga hasilnya lebih sehat untuk dikonsumsi.


Baca juga: Aquagriculture, Pertanian Modern Berbasis Aquaculture


"Panen ikannya ini per3 bulan, sudah itu diangkat dan kita distribusikan untuk pasar yang sudah memesan. Omsetnya belum tau karena ini masih trial ada yang perlu diperbaiki juga, mortalitasnya masih suka ada naik turunnya. Kendalanya juga ga ribet hanya perlu sering dicek dan dibersihkan takutnya tempat oksigen nya terhalang kotoran, " ujarnya.


Untuk pemberian pakan dilakukan 5 sampai 6 kali setiap harinya sambil dilakukan pengecekan, selain itu jumlah ikan yang dihasilkan di tempatnya tersebut memiliki muatan yang terbilang banyak. Jika ditempat lain satu tanki hanya bisa menampung 100 ekor ikan, tetapi kalau di Ndaru farm ini bisa mencapai ribuan dari satu tanki. Sementara ada banyak jumlah tanki yang sudah ditebar bibit ikan nila.


Lebih jauh dia mengharapkan agar kedepan hasilnya dapat lebih maksimal. "iya semoga kedepan dari 700 bibit yang ditebar hasilnya bisa sama tidak ada mortalitas atau tingkat kematian ikan nya rendah," pungkasnya.


Artikel lainnya