• Home
  • Infomina
  • Kunci Sukses Pelihara Lele di Dataran Tinggi

Kunci Sukses Pelihara Lele di Dataran Tinggi

| Wed, 06 Apr 2022 - 13:44

Walau berskala rumahan, budidaya lele bisa dijalankan dengan menerapkan probiotik, aerator, dan jenis lele yang sesuai


Budidaya ikan lele di dataran tinggi kerap mendapatkan masalah. Hal ini mengingat suhu yang relatif  rendah membuat panen akan sedikit molor (terlambat). Yakni, di kisaran 3-3,5 bulan pemeliharaan baru dapat mencapai ukuran panen 8-10 ekor per kilogram (kg). Panen ukuran ini dengan catatan pemeliharaan tanpa perlakuan.


Namun hal tersebut dapat diatasi oleh Veronica Br Pandia, pemilik kolam lele di Gang Sempakata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo-Sumatera Utara. Pembudidaya lele skala rumahan ini, mengatasi permasalahan itu dengan cara memberikan probiotik dan menghidupkan aerasi  24 jam selama pemeliharaan ikan.


Selain itu, jenis lele pun turut memberikan pengaruh ketika dipelihara di dataran tinggi. Veronica menjelaskan, jenis lele yang ia tebar adalah jenis mutiara. Lele jenis ini sangat direkomendasi untuk dipelihara di dataran tinggi.


Baca juga: Membuat Probiotik Alami untuk Ikan Lele


Karena, sebutnya, sebelum melakukan kegiatan budidaya ini, Veronica juga beberapa kali berdiskusi dengan pembudidaya ikan lele di seputaran Kabanjahe. Rekan-rekan pembudidaya ini, ujarnya, ada yang pernah menggunakan  benih lele jenis lain. Dimana, pertumbuhannya sangat terhambat bahkan mengalami gagal panen.


“Dan pengepul lele yang saya jumpai juga menyarankan agar lele yang dipelihara dari jenis mutiara. Karena menurut pengalamannya, lele jenis mutiara ketika panen tidak banyak mengalami penyusutan berat badan. Saya kemudian pakai jenis mutiara”, ujar pelaku usaha yang menyebut dirinya sebagai pengusaha lele ala ‘emak-emak rumahan’ ini.


Antisipasi Pertumbuhan Lambat

Lebih lanjut, beberapa hari yang lalu, TROBOS Aqua berkunjung ke lokasi kolam lele milik Veronica. Sambil mengajak tim redaksi berkeliling, Veronica bercerita mengenai metode pemeliharaan yang ia jalankan. Kolamnya merupakan kolam berbahan terpal yang berukuran 2 x 5 meter persegi (m2) dengan ketinggian air kolam 80 cm. Kolam ini diisi benih lele sebanyak 2 ribu ekor, dengan ukuran 10-12 cm.


Sumber: TROBOS Aqua

Artikel lainnya