• Home
  • Infomina
  • Kombinasi Tepung Bayam dan Taoge Substitusi Tepung Kedelai

Kombinasi Tepung Bayam dan Taoge Substitusi Tepung Kedelai

| Mon, 22 Jun 2020 - 13:35

Pakan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan Seiring dengan meningkatnya produksi perikanan budidaya, maka kebutuhan pakan buatan juga akan meningkat. Ketersediaan pakan buatan akan menentukan 60 – 70 %  dari total biaya produksi usaha perikanan budidaya, oleh karena itu diperlukan strategi dan pengelolaan pemberian pakan yang efektif dan efisien.

Sumber utama protein nabati dalam pakan buatan, di samping sumber protein hewani,  akan menentukan kualitas pakan yang digunakan dalam  budidaya ikan. Sejauh ini sumber protein nabati dalam formulasi pakan masih bertumpu pada tepung kedelai, yang pada umumnya masih impor dan harganya relatif mahal.

Untuk mengurangi ketergantungan pada ketersediaan tepung kedelai, perlu dicari sumber bahan baku protein nabati pengganti/substitusi (soybean meal replacement). Tentunya yang mudah didapat, harganya relatif murah,mengandung nutrient yang lengkap dengan kualitas yang baik.

Tumbuhan bayam anting (Acalypha indica L.) dan limbah taoge merupakan sumber bahan baku pembuat pakan buatan yang mudah didapat dan harganya murah. Selain itu memiliki kandungan protein kasar  masing masing sebesar  19,64 % dan 30,21 % sedangkan tepung kedelai memiliki kandungan protein kasar sebesar 38,02 – 41,84 %.

Tanaman bayam anting merupakan salah satu tanaman gulma yang keberadaannya cukup melimpah, biasanya tumbuh di pinggir jalan, lapangan rumput yang tidak dirawat dan sering menjadi tanaman pengganggu di lahan pertanian. Hasil uji fito kimia, bayam anting mengandung steroid/triterpenoid, alkaloid, saponin, senyawa fenolik, glikosidasial, flavonoid, tannin dan minyak atsiri. 

Kandungan flavonoid berfungsi sebagai antimiroba dan antibakteri dan melancarkan metabolisme. Sementara kandungan bioaktif saponin dan tannin meningkatkan immunitas pada organime budidaya, sehingga kultivan akan menjadi lebih sehat.

Sedangkan limbah taoge biasa ditemukan dalam bentuk pecahan kulit kacang hijau dan  pecahan taoge, dan banyak dijumpai sebagai limbah di pasar, sering dianggap tidak berguna dan mencemari lingkungan karena mudah membusuk. Pada limbah taoge ditemukan kandungan Vitamin C, Vitamin E, thiamin, riboflavin, niasin, asam panthotenik, vitamin B6, folat, kolin B caroten, vitamin A dan vitamin K.

Disamping itu pada limbah taoge ditemukan mineral Ca, Fe, Mg, P, K,Na, Zn, Cu, Mn, dan Se. Asam amino essensial yang terkandung dalam limbah taoge berupa triptofan, treonin, metionon, lisin, leusin, isoleusin, feilalanin, dan valin. Pada limbah taoge juga ditemukan adanya enzym amilase yang akan meningkatkan kecernaan pada nutrien amylum dan serat kasar yang dapat dimanfaatkan oleh bakteri non patogen dalam saluran pencernaan, sehingga kerja pencernaan menjadi optimal.

Pakan buatan merupakan aspek penting dalam menunjang keberhasilan usaha perikanan budidaya, sebab pakan merupakan sumber utama energi  yang dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan dari kultivan yang dibudidayakan. Pakan buatan yang berkualitas adalah pakan yang mengandung nutrien yang lengkap dengan komposisi seimbang (balance diets) dengan jumlah total energi yang cukup (ME kkal/gram) sesuai dengan yang dibutuhkan oleh kultivan ( dietary nutritional requirements) untuk aktivitas fisiologisnya.

Penelitian substitusi kandungan protein nabati pada tepung kedelai dengan kombinasi tepung bayam anting dan tepung limbah taoge, telah dilakukan pada budidaya beberapa jenis  benih ikan air tawar seperti ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus). Pada budidaya ikan mas menunjukkan bahwa substitusi protein tepung kedelai dapat digantikan maksimal 56,66 % oleh kombinasi tepung bayam anting dan tepung limbah taoge, sedangkan pada ikan nila, substitusi protein kedelai  dapat digantikan sebesar  48,72 – 51,28 %.

Menurut Ibnu Shina ,M (2020) pemanfaatan kombinasi tepung bayam anting (0 %) dengan tepung limbah taoge (100 %) memberikan hasil terbaik untuk benih ikan mas yaitu TKP: 70,90 %;  EPP: 66,69 %, PER: 2,03 % dan FCR: 1,41 sehingga memberikan pertumbuhan  sebesar SGR: 2,67 %/hari,  pertambahan bobot mutlak: 46 % dan SR: 93,33 %. Sedangkan menurut Ilham Agung H (2020), penggunaan kombinasi tepung bayam anting (50 %) dengan tepung limbah taoge (50 %) memberikan hasil terbaik yaitu TKP 91,37 %; EPP: 76,70 %, FCR: 1,31, PER 2,25 %, dan memberikan pertumbuhan RGR 76,60 % dan SR: 86,67 %.

Berdasarkan uraian diatas terlihat bahwa kombinasi tepung bayam anting dengan tepung limbah taoge dapat dijadikan sumber bahan baku protein nabati  (substitusi) alternatif pengganti tepung kedelai dalam pembuatan pakan buatan. Kandungan nurien yang terdapat pada tepung bayam anting dan tepung limbah taoge cukup lengkap (kandungan bioaktif yang berfungsi sebagai antimikroba,  asam amino essensial serta Vitamin C dan Vitamin E), sehingga menghasilkan pertumbuhan dan effisiensi pemanfaatan pakan yang baik pada beberapa jenis kultivan ait tawar (JHB, ISM dan IAH).

 

Artikel Asli: Trobos Aqua

Artikel lainnya