Minapoli
Efisiensi Pakan dengan Fermentasi dan Penggunaan Pupuk Organik Cair
Mas

Efisiensi Pakan dengan Fermentasi dan Penggunaan Pupuk Organik Cair

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
3 menit baca

Layaknya jamu atau obat-obatan herbal yang diandalkan\r\nmanusia, cara-cara herbal dan alami pun masih menjadi andalan untuk para\r\npembudidaya ikan. Tak terlepas juga bagi pembudidaya udang. Didik B...

Layaknya jamu atau obat-obatan herbal yang diandalkan\r\nmanusia, cara-cara herbal dan alami pun masih menjadi andalan untuk para\r\npembudidaya ikan. Tak terlepas juga bagi pembudidaya udang. Didik Budi\r\nNursanto, Koordinator Instalasi Pembenihan Udang Gelung- Balai Perikanan\r\nBudidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo-Jawa Timur (Jatim) mengungkap, hal ini\r\ntercermin dari kegiatan petambak udang di berbagai daerah. Khususnya di Jatim\r\nsecara umumnya, dan Situbondo secara khususnya.


\r\n\r\n
Baca juga: Meningkatkan Performa Pakan Udang Melalui Penambahan Pellet Binder yang Tepat

Laki-laki yang akrab disapa Didik ini menyebut, untuk\r\nSitubondo, aplikasi herbal ini antara lain dengan menggunakan pupuk organik\r\ncair (POC) serta fermentasi pakan. Dan saat ini sudah diterapkan untuk 12 petak\r\ntambak ukuran rata-rata 2.500 meter persegi (m2) yang dioperasikan instalasi\r\nbudidaya udang di Gelung. Ketika ditemui TROBOS Aqua di petak tambak Gelung\r\nbeberapa waktu lalu, tampak pemeliharaan udang dengan memanfaatkan metode ini\r\nsudah memasuki siklus kedua.

\r\n\r\n

“Pemanfaatan ini kita aplikasikan untuk efisiensi pakan dan\r\nsaat ini rasio konversi pakan kita (FCR) di angka 1,1. Selain itu bila siklus\r\nsebelumnya kita temukan White Feces Disease (WFD) atau berak putih, tapi di\r\naplikasi ini tidak kita temukan,” terang Didik yang menerapkan padat tebar\r\nmaksimal 150 ekor per m2 tiap petaknya.

\r\n\r\n

Serapan nutrien lebih\r\nbanyak

\r\n\r\n

Penjelasan lebih diberikan Ujang Komarudin yang saat itu\r\nmenjabat sebagai Kepala BPBAP Situbondo. Ia mengungkap alasan memanfaatkan POC\r\ndan fermentasi untuk tambak udang karena terkait erat dengan efisiensi\r\npakan.

\r\n\r\n

Khususnya untuk fermentasi pakan, adalah terkait dengan\r\nefisiensi asam amino yang diserap udang. Secara teoritis, terang Ujang, protein\r\nyang dibutuhkan udang dalam pakan tidak dicerna dalam bentuk protein, melainkan\r\ndalam bentuk asam amino. Sementara, kemampuan usus udang itu terbatas untuk\r\nmenyerap protein, terlebih ukuran ususnya pendek.


Baca juga: Lebih Bergizi dengan Fermentasi


\r\n\r\n

Sehingga, tidak semua protein pakan akan diserap, yang\r\nmenyebabkan adanya sisa pakan yang terbuang ke lingkungan. Dampaknya, lanjut\r\nUjang, nutrien yang diserap udang pun terbatas dan sisa pakan menyebabkan\r\nlingkungan cepat kotor.

\r\n\r\n

Disisi lain, inovasi ini memanfaatkan fermentasi yang\r\ndilakukan terhadap pakan. “Prinsip sederhananya, jelas Ujang, yakni\r\nmemanfaatkan bantuan bakteri probiotik. Dalam bahan-bahan yang terkandung di\r\nfermentasi ini, pakan akan diperam selama kurang lebih tiga hari dengan kondisi\r\nanaerob (tanpa oksigen).

\r\n\r\n

“Kondisi ini seperti di dalam perut sehingga asam amino\r\ndiuraikan saat fermentasi. Saat diberikan ke udang, ususnya tidak perlu bekerja\r\nkeras mencerna karena proses itu sudah dikerjakan saat fermentasi. Jadinya\r\nmakin banyak nutrien yang bisa diserap oleh udang,” ungkap Ujang.

\r\n\r\n

Manfaatnya pun sudah dirasakan. Menurut Ujang, dari sisi\r\nlimbah, ada pengurangan sisa pakan yang terbuang. Sementara itu, tata cara ini\r\nbisa mengurangi terjadinya penyakit berak putih. “Sementara sebelumnya sempat\r\nditemui ada berak udang yang ngambang permukaan. Ini kan indikator pencernaan\r\nmakan tidak sempurna,” tutur Ujang.

\r\n\r\n

Kontrol

\r\n\r\n

Dalam\r\nperkembangan tata cara herbal ini, Didik pun berbagi cerita. Pengembangan\r\nawalnya, ungkap Didik, lebih dulu diterapkan di Instalasi Budidaya Air Payau\r\n(IBAP) Prigi-Jatim. Dimana POC dimanfaatkan dari larutan pupuk yang dicairkan\r\ndan dicampur dengan pakan. POC ini kemudian ditebarkan di kolam sebelum tebar\r\nbenur atau sekitar 15 hari sebelum tebar benur.

\r\n\r\n

Artikel Asli: Trobos Aqua

Tentang Minapoli

Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina. 

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan