• Home
  • Infomina
  • Blue Aqua, Kembali Hadir Membangun Industri Udang Indonesia

Blue Aqua, Kembali Hadir Membangun Industri Udang Indonesia

| Tue, 09 Jul 2024 - 15:12

Salah satu perusahaan akuakultur dunia, Blue Aqua, akan kembali beroperasi di Indonesia. Untuk itu, Blue Aqua mengadakan Grand Launching Blue Aqua Indonesia yang diadakan di Morazen Hotel, Surabaya (3/7) setelah acara hari pertama Asian-Pacific Aquaculture 2024. Acara ini dihadiri lebih dari 40 orang yang merupakan kalangan petambak udang dan juga distributor.


Grand Launching Blue Aqua Indonesia ini ditujukan untuk mengenalkan kembali produk budidaya udang dari Blue Aqua yang tiga tahun telah vakum di Indonesia dan berharap keunggulan produk mereka dapat berkontribusi dalam kemajuan produksi udang di Indonesia.


Dr. Farshad Shishehchian – CEO and Co-Founder Blue Aqua


Acara dibuka oleh Dr. Farshad Shishehchian selaku CEO dan Co-Founder dari Blue Aqua International, menjelaskan bahwa perusahaan yang berpusat di Singapura ini telah dibangun sejak 2009. Hingga kini, produknya telah digunakan oleh lebih dari 4.000 pembudidaya ikan dari 14 negara. Blue Aqua juga memiliki 2 paten dalam teknologi budidaya yang sudah diterapkan di 8 negara.


Dr. Farshad menambahkan bahwa Blue Aqua menyediakan layanan pada budidaya ikan dari hulu ke hilir. Penyediaan layanan tersebut mencakup Alternatif Tepung Ikan, Pakan Fungsional dan Nutrisi, Teknologi Budidaya, Layanan Budidaya, serta Suplai Bahan Pangan.


Terkhusus di Teknologi dan Layanan Budidaya, Blue Aqua mempunyai kiprah dengan kepemilikan tambak udang di Singapura dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. “Kami memiliki tambak udang dengan prinsip smart farm yang dengan hanya luas lahan 60 m2, bisa menghasilkan 100 ton udang. Kami juga memiliki tambak dan telah mencoba budidaya udang di Sumbawa,” ujarnya.


Smart farm udang di Singapura tersebut mengaplikasikan sistem Recirculated Aquaculture System (RAS) dan diklaim menjadi satu-satunya tambak udang sistem RAS di dunia yang telah disertifikasi oleh Aquaculture Stewardship Council (ASC).


Hasil panen dari smart farm tersebut juga sudah memiliki pelanggan tetap untuk beberapa negara. “Kami telah memiliki pelanggan di Swedia, salah satunya yaitu IKEA. Dengan sertifikasi tersebut, kami bisa menjual udang dengan harga yang mencapai 20 Dollar US per kilogramnya,” jelas Dr. Farshad.


Keunggulan Blue Aqua yang juga dibagikan adalah salah satu patennya dalam teknologi budidaya yaitu Mixotrophic System. Sistem ini menggunakan metode semiflok untuk meningkatkan padat tebar serta memelihara lingkungan budidaya. Sistem ini juga telah mendapat paten nasional dari 8 negara, termasuk Indonesia.


Terakhir, ia juga menjelaskan bahwa Blue Aqua tidak hanya berkecimpung di segmen pembesaran. Blue Aqua juga memiliki hatchery udang di Singapura mampu memproduksi udang vaname, galah, dan kuruma dengan kapasitas hingga 100 juta ekor post-larvae per tahun.



Parham Mansor Safaian - COO Blue Aqua 


Parham Mansor Safaian selaku COO Blue Aqua memberikan sambutan yang senada dengan Dr. Farshad. Ia menegaskan bahwa Blue Aqua telah kembali ke Indonesia dan akan membawa produk serta formulasi baru yang sesuai dengan kondisi budidaya udang lokal. “Saya dengan bangga mengumumkan bahwa Blue Aqua hadir kembali di Indonesia karena Indonesia adalah tempat yang spesial di benak kami,” ujarnya.



Indra Febriantoro - General Manager Blue Aqua Indonesia 



Indra Febriantoro selaku General Manager Blue Aqua Indonesia mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para petambak dan distributor di acaranya. Serta, ia kembali menekankan untuk serius membantu permasalahan budidaya udang di Indonesia. “Kita akan kembali lebih kuat dan serius untuk memberi support tambak udang menjadi lebih baik bersama produk-produk yang akan kita bawa. Diharapkan Blue Aqua bisa berkontribusi dengan para petambak untuk memproduksi udang bersama-sama,” tutup Indra.



Gunakan layanan digital marketing Minapoli secara mudah dengan menghubungi marketing@minapoli.com. Konsultasikan juga strategi marketing perusahaan Anda dengan Minapoli disini!


Artikel lainnya

Terkini 

DIGIFISH 2019 : Incubating Ecosytem of Digital Innovation

Minapoli

1718 hari lalu

  • verified icon4564
Terkini 

Transformasi Bisnis Akuakultur

Info Akuakultur

2059 hari lalu

  • verified icon2571
Terkini 

Jenis Ikan Air Payau yang Sering Dibudidayakan

Minapoli

1265 hari lalu

  • verified icon40896
Terkini 

Potential Sources of Single-Cell Protein Products

Minapoli

1581 hari lalu

  • verified icon2760