• Home
  • Infomina
  • Berawal dari Warung Bubur, Pria Ini Berhasil Budidaya Lele dengan Kualitas Tinggi

Berawal dari Warung Bubur, Pria Ini Berhasil Budidaya Lele dengan Kualitas Tinggi

| Tue, 29 Sep 2020 - 17:03

Yuriko Maulana merupakan seorang pelaku budidaya ikan lele asal Desa Sidokarto, Godean, Sleman. Pada mulanya, dia memiliki keinginan untuk beternak lele saat masih kuliah. Pada saat itu dia membaca berita utama di koran saat sarapan di warung bubur ayam. Dalam berita utama itu tertulis kalau permintaan ikan lele sangat luar biasa.


Setelah lulus kuliah, Yuriko memulai budidaya lele miliknya sendiri. Karena tidak memiliki dasar dalam hal perikanan, Yuriko harus terlebih dahulu belajar dari berbagai referensi yang ada. Hal utama yang paling penting untuk dipelajarinya yaitu mengenai faktor-faktor yang menjadi kendala dalam budidaya.


“Salah satu faktor utama yang menentukan kesuksesan budidaya Lele adalah airnya. Karena air itu sebagai media utama hidup Lele. Dengan menjaga mutu air, otomatis Lele akan mengikuti perkembangannya seiring dengan mutu air tersebut,” ungkap Yuriko melansir dari YouTube Cap Capung pada Jumat (18/9).

Dari usahanya ini, Yuriko berhasil menjadi pelaku budidaya ikan lele berkualitas yang sukses.


Baca juga: Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil Maksimal


Kendala Budidaya Lele

Yuriko mengungkapkan, kendala utama yang harus dihadapinya dalam budidaya Lele-nya yaitu kegagalan. Kegagalan yang dialaminya antara lain mengenai jumlah kematian dan faktor-faktor lain yang tidak bisa dikontrol. Kegagalan inilah yang harus ia rasakan pada tahun pertama dan tahun keduanya beternak lele.

Walau begitu Yuriko tidak menyerah. Karena ia memang sedari awal bertekad untuk menjadi pelaku produsen Lele mengingat permintaannya yang luar biasa.



©YouTube/Cap Capung


Dibagi Jadi Dua Kolam

Di atas tanah seluas 1.070 meter persegi, Yuriko membagi kolam-kolam di peternakan lelenya menjadi dua kolam, yaitu kolam untuk pembibitan dan kolam untuk ikan konsumsi.


Menurut Yuriko, pembagian kolam itu ia lakukan karena mengaku prihatin terhadap kualitas bibit Lele yang ia hasilkan. Oleh karena itulah dia berinisiatif untuk membeli indukan yang bersertifikat.


“Dengan begitu kita memelihara Lele dengan mutu dan standarisasi yang sudah ditentukan,” kata Yuriko.



©YouTube/Cap Capung


Baca juga: Bagaimana Cara Menebar Benih Ikan Lele yang Baik dan Benar Agar Ikan Tidak Stres dan Mati?


Ingin Mematahkan Paradigma

Tak hanya sekadar melakukan bubidaya Lele, tapi dengan aktivitas yang ia lakukan, Yuriko ingin mematahkan paradigma yang telah beredar di masyarakat. Paradigma itu antara lain mereka berpikir bahwa budidaya lele adalah contoh dari budidaya yang kotor dan bau.


“Sebenarnya kita bisa beternak lele secara modern kok. Kita bisa beternak secara bersih, dan bisa juga mengurangi bau yang ada,” kata Yuriko.



©YouTube/Cap Capung


Waktu Memanen Lele

Untuk bibit, Yuriko memanen Ikan Lele-nya seminggu sekali, sementara kalau untuk konsumsi dia memanen ikannya setiap dua minggu sekali.


Sementara itu untuk pemasarannya dia sudah mempunyai pengepul yang sudah ia percayai selama ini. Tak lupa, diapun juga memberi tips mengenai pemasaran bagi para pemula dalam budidaya lele.


“Kalau untuk pemasaran bagi teman-teman pemula atau baru memulai usaha lele, itu tidak perlu takut karena di sepanjang jalan banyak yang jualan Pecel Lele. Tinggal bagaimana pembudidaya itu mengkonsistenkan produksinya,” kata Yuriko dikutip dari YouTube Cap Capung.


Baca juga: Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Perhatikan 5 Hal Ini


Prospek Cerah

Bicara soal prospek, Yuriko mengatakan prospek budidaya Lele masih sangat terbuka lebar. Mengingat Lele merupakan sumber protein yang murah bagi semua kalangan, mulai dari kalangan atas, menengah, hingga bawah.

©YouTube/Cap Capung


“Di saat daging sapi mulai melonjak tinggi, sementara kita tidak mampu membeli daging sapi, saya rasa Lele ini menjadi solusi yang brilian,” ujar Yuriko, Jumat (18/9).


Sumber: Merdeka.com

Tentang Minapoli

Minapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis akuakultur terintegrasi. Dengan memanfaatkan teknologi, pembudidaya dapat menemukan produk akuakultur dengan mudah dan menghemat waktu di Minapoli. Platform ini menyediakan produk-produk akuakultur dengan penawaran harga terbaik dari supplier yang terpercaya. Selain itu, bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pembudidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.


Artikel lainnya