
Cara Mengatasi Soft Shell Syndrome di Tambak Udang
| Fri, 28 Feb 2025 - 21:06
Budidaya udang merupakan sektor perikanan yang menjanjikan, namun tantangan seperti penyakit dapat mengancam produktivitas. Salah satu masalah yang sering dihadapi petambak adalah sindrom cangkang lunak atau Soft Shell Syndrome (SSS). Kondisi ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa Itu Soft Shell Syndrome?
Soft Shell Syndrome adalah kondisi di mana udang memiliki cangkang yang tipis, transparan, dan mudah terkelupas. Kondisi ini sering terjadi pada budidaya udang intensif dan dapat mempengaruhi kesehatan serta pertumbuhan udang secara keseluruhan. Udang dengan cangkang lunak menjadi lebih rentan terhadap predator dan penyakit, sehingga menurunkan tingkat kelangsungan hidupnya.
Gejala & Penyebab
Gejala utama SSS adalah cangkang udang yang tampak tipis dan transparan, sehingga organ dalamnya terlihat jelas. Selain itu, cangkang tersebut mudah terkelupas, dan otot di bawahnya tampak lembek. Udang yang terkena SSS juga sering menunjukkan penurunan nafsu makan, pertumbuhan yang lambat, dan perubahan warna tubuh. Dalam beberapa kasus, terjadi pembengkakan pada tubuh udang. Gejala-gejala ini dapat diamati dengan jelas saat udang dikeluarkan dari air untuk pemeriksaan.
Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya SSS antara lain:
Kualitas Air yang Buruk
Kualitas air yang tidak optimal, seperti salinitas rendah, dapat menyebabkan penurunan konsentrasi garam dalam tubuh udang, sehingga cangkang menjadi lunak. 
Kekurangan Nutrisi
Pemberian pakan yang tidak seimbang atau berkualitas rendah dapat mengakibatkan defisiensi mineral dan vitamin yang diperlukan untuk pembentukan cangkang yang kuat. 
Stres Lingkungan
Kepadatan tebar yang tinggi, perubahan suhu mendadak, dan penanganan yang kasar dapat menyebabkan stres pada udang, meningkatkan risiko SSS.
Infeksi Patogen
Beberapa infeksi bakteri, seperti Vibrio spp., dapat menyebabkan kerusakan pada cangkang dan jaringan di bawahnya, memicu terjadinya SSS. 
Cara Mengatasi Soft Shell Syndrome
Untuk mengatasi dan mencegah SSS, petambak dapat melakukan langkah-langkah berikut:
Pengelolaan Kualitas Air
Memastikan parameter kualitas air seperti salinitas, pH, dan suhu berada dalam kisaran optimal sangat penting. Penggantian air secara berkala dan penggunaan aerasi dapat membantu menjaga kualitas air tetap baik.
Pemberian Pakan Berkualitas
Memberikan pakan yang mengandung mineral dan vitamin yang cukup, terutama kalsium dan fosfor, penting untuk pembentukan cangkang yang kuat. Suplemen mineral dapat ditambahkan ke dalam pakan atau langsung ke air tambak sesuai kebutuhan. 
Manajemen Kepadatan Tebar
Menjaga kepadatan tebar yang sesuai dapat mengurangi stres pada udang dan mencegah penurunan kualitas air akibat akumulasi limbah.
Pengendalian Patogen
Penerapan biosekuriti yang ketat, seperti sterilisasi peralatan dan pengaturan sirkulasi air, dapat mencegah masuknya patogen ke dalam tambak. Penggunaan probiotik juga dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri patogen.
Pemantauan Rutin
Melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi udang dan kualitas air memungkinkan deteksi dini gejala SSS, sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan sebelum terjadi kerugian yang lebih besar.
Dengan penerapan manajemen budidaya yang baik dan perhatian terhadap faktor-faktor pemicu SSS, petambak dapat meminimalkan risiko terjadinya sindrom cangkang lunak pada udang, sehingga meningkatkan produktivitas dan keuntungan dari usaha budidaya.