• Home
  • Infomina
  • Produktivitas Tambak Lebih Terjaga, CeKolam Hadirkan Deteksi Dini CMNV untuk Petambak di Indonesia

Produktivitas Tambak Lebih Terjaga, CeKolam Hadirkan Deteksi Dini CMNV untuk Petambak di Indonesia

| Wed, 04 Feb 2026 - 10:05

Jakarta, 23 Januari 2026 - Industri udang di Indonesia terus berkembang pesat, namun ancaman penyakit masih menjadi tantangan utama yang mempengaruhi produktivitas tambak. Menjawab tantangan tersebut, CeKolam secara resmi meluncurkan layanan deteksi dini Covert Mortality Nodavirus (CMNV) sebagai solusi untuk membantu petambak mengidentifikasi penyakit sejak dini.  Peluncuran ini diumumkan secara resmi melalui acara Silaturahmi CeKolam Januari 2026 yang mengangkat tema “Strategi Penguatan Budidaya Udang dengan Deteksi Dini Risiko CMNV”. Acara ini sebagai ruang diskusi yang mempertemukan petambak dengan pakar kesehatan udang dan diagnostik molekuler yaitu Sidrotun Naim, Shrimp Health Specialist CeKolam dan Lulu Nisrina, Scientist Nusantics. 




Dalam pemaparannya, Sidrotun Naim memaparkan pembaruan data surveillance dan sekaligus menjelaskan bahwa Covert Mortality Nodavirus (CMNV) berbeda dengan penyakit WSSV atau AHPND yang memicu kematian secara massal dan cepat. CMNV dikenal sebagai “silent killer” karena tidak menimbulkan kematian akut, namun menyerang sistem saraf dan neuroendokrin sehingga mengganggu molting dan pertumbuhan udang. Karena gejalanya tidak selalu terlihat jelas di awal, infeksi sering terlambat teridentifikasi dan berdampak pada penurunan survival rate (SR) serta hasil budidaya.


“Kasus CMNV sering terlihat seperti masalah pertumbuhan biasa atau stres lingkungan. Padahal, proses terpapar CMNV bisa saja telah berlangsung sejak fase awal siklus budidaya. Kondisi ini menjadikan deteksi dini serta pemahaman terhadap ancaman penularan menjadi kunci dalam keberhasilan pengendalian penyakit. Semakin cepat  mengenali ancamannya, semakin besar peluang meminimalkan dampak dan menekan potensi kerugian.” Ujar Bu Naim 




Lulu Nisrina, menambahkan secara mendalam mengenai dampak CMNV mencakup gejala klinis, karakteristik infeksi, hingga implikasinya terhadap performa pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang. Pemaparan ini turut diperkuat dengan pendekatan ilmiah berbasis diagnostik molekuler, guna membantu pembudidaya mengidentifikasi CMNV secara lebih akurat dan berbasis data.


Melalui layanan deteksi dini berbasis molekuler dengan teknologi PCR, CeKolam membantu petambak melakukan skrining penyakit pada benur, monitoring pertengahan siklus budidaya, serta konfirmasi saat muncul gejala yang mencurigakan. Pendekatan ini mendukung strategi budidaya yang lebih preventif, terutama karena hingga saat ini CMNV belum memiliki pengobatan yang efektif.


CeKolam menegaskan bahwa perlu dilakukan melalui kombinasi biosekuriti ketat, penggunaan benur bebas patogen, stabilitas kualitas air, pengendalian stres budidaya, serta surveillance rutin untuk menghadapi kasus CMNV. Melalui layanan deteksi dini berbasis molekuler, CeKolam secara resmi meluncurkan layanan deteksi dini Covert Mortality Nodavirus (CMNV) guna mendorong praktik budidaya udang yang lebih presisi, terukur, dan preventif. Inisiatif tersebut menegaskan peran CeKolam sebagai mitra teknologi budidaya yang menghadirkan solusi berbasis sains untuk mendukung produktivitas tambak yang lebih stabil dan berkelanjutan.


Rekaman lengkap webinar “Strategi Penguatan Budidaya Udang dengan Deteksi Dini Risiko CMNV” dapat ditonton di kanal YouTube CeKolam.


Hubungi CeKolam untuk Info Lebih Lanjut




Artikel lainnya

Udang 

Jual Pakan Ikan Laut Grosir

Minapoli

469 hari lalu

  • verified icon2426
Udang 

Mengatasi Fluktuasi Suhu Tambak dengan Mudah

Indah Sari Windu (ISW)

1625 hari lalu

  • verified icon5339
Udang 

3 Aspek Utama dalam Budidaya Udang yang Berkelanjutan

Shrimp Club Indonesia

135 hari lalu

  • verified icon921